<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Fimma Naritasari &#187; sang pemimpi</title>
	<atom:link href="http://fimmanarita.com/tag/sang-pemimpi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fimmanarita.com</link>
	<description>Share what I see, hear, ad feel...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 02:26:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Laskar Pelangi berlanjut ke Sang Pemimpi</title>
		<link>http://fimmanarita.com/2010/01/laskar-pelangi-berlanjut-ke-sang-pemimpi/</link>
		<comments>http://fimmanarita.com/2010/01/laskar-pelangi-berlanjut-ke-sang-pemimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 14:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fimma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary sehari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[Phylosopher!]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi versiku]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[laskar pelangi]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[sang pemimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fimmanarita.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu menyempatkan diri ke XXI untuk menonton film lanjutan dari Laskar Pelangi, yaitu Sang Pemimpi. Bukan bermaksud membandingkan keduanya, karena menurutku keduanya sama hebat, dengan misi yang sangat terhormat. Namun hanya ingin sedikit mengungkapkan perasaanku pada masing-masing film tersebut yang diadaptasi dari novel tetralogi karangan Andrea Hirata.
Laskar Pelangi
Waktu menonton film ini, aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu menyempatkan diri ke XXI untuk menonton film lanjutan dari Laskar Pelangi, yaitu Sang Pemimpi. Bukan bermaksud membandingkan keduanya, karena menurutku keduanya sama hebat, dengan misi yang sangat terhormat. Namun hanya ingin sedikit mengungkapkan perasaanku pada masing-masing film tersebut yang diadaptasi dari novel tetralogi karangan Andrea Hirata.</p>
<p><strong>Laskar Pelangi</strong></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-207" title="laskar-pelangi" src="http://fimmanarita.com/wp-content/uploads/2010/01/laskar-pelangi-211x300.jpg" alt="laskar-pelangi" width="211" height="300" />Waktu menonton film ini, aku baru baru saja pulang dari perantauan 40 hari di Pulau Bangka nan eksotis dalam Rangka KKN PPM UGM 2008 atau kami lebih senang menyebutnya sebagai KKN HORE-HORE. Adegan pembuka film ini, yang menggambarkan ke ceriaan anak-anak berlari di pulau tetangga pulau bangka yaitu belitong, sontak membuat air mataku langsung menetes (padahal belum ada cerita apa2 lho). Tapi sungguh laskar pelangi mampu menangkap dan menggambarkan hal yang hampir serupa seperti yang aku temukan dalam perantauanku kesana. Pendidikan menurutku disana kurang menjadi perhatian utama, toh nantinya setelah dewasa anak-anak itu akan hidup dari mencari timah di tambang-tambang Timah Inkonvensional mereka. Mungkin itu yang mereka fikir. Ironis. Kembali ke Laskar Pelangi, film ini benar-benar menyentuh dalam hal konflik, bagaimana anak-anak yang hidup dalam berbagai keterbatasan justru mampu melewati batas cakrawala menemukan ide-ide yang jenius dalam menghadapi berbagai permasalahan mereka. Meskipun akhirnya harus ada tokoh yang terpaksa menyerah pada takdir, karena latar belakang keluarganya, namun mimpi tokoh tersebut pada akhirnya tak juga padam dan terus ditularkan pada putrinya.</p>
<p><strong>Sang Pemimpi</strong></p>
<p><em><img class="alignleft size-medium wp-image-208" title="sangpemimpi" src="http://fimmanarita.com/wp-content/uploads/2010/01/sangpemimpi-209x300.jpg" alt="sangpemimpi" width="209" height="300" />“Masa muda, adalah masa yang berapi-api”</em>. Bagi yang sudah pernah menonton film Sang Pemimpi pasti tahu kata-kata itu.  Berbeda dengan Laskar Pelangi, para tokoh disini digambarkantelah memasuki usia remaja. Bagaimana mereka dengan lantang menyuarakan mimpi-mimpinya dan jalan yang akan mereka tempuh untuk meraih mimpi tersebut. Meskipun konflik tidak terjadi secara drastis dan dramatis di film ini (tidak ada adegan yang memaksaku termehek-mehek seperti halnya Laskar Pelangi), namun apa yang coba disuarakan film ini adalah hal yang sangat hebat. Bagaimana tokoh arai, yang selalu berfikir positif, mampu menularkan semangat bermimpinya pada tokoh Ikal…bahkan mungkin pada penonton film ini. Arai mengajari kita bagaimana harus melihat dunia dari sisi yang lain, sisi yang “selalu” positif. Benar juga, mungkin saat kematian kita bukanlah saat ruh kita berpisah dengan jasad, namun saat kita kehilangan mimpi-mimpi untuk dikejar.</p>
<p><strong>Mimpi…</strong></p>
<p>Mungkin ini alasannya kenapa Tuhan harus menciptakan bumi dengan bentuk bulat, supaya kita ras manusia yang tinggal di dalamnya tidak akan pernah menemukan ujung dunia, dan terus bermimpi untuk sesuatu yang lebih baik…untuk mencari “ujung dunia” versinya masing-masing…</p>
<p>Semoga makin banyak sineas-sineas Indonesia yang membuat film bermutu…Idealis…tak hanya “sok” Realistis….<strong>INDONESIA BISA!!!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_209" class="wp-caption aligncenter" style="width: 220px"><strong><strong><img class="size-medium wp-image-209" title="pondokan KKN" src="http://fimmanarita.com/wp-content/uploads/2010/01/pondokan-KKN-210x300.jpg" alt="Pohon eksotis di depan pondokan cowok...kabarnya pohon itu sudah tak ada" width="210" height="300" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Pohon eksotis di depan pondokan cowok...kabarnya pohon itu sudah tak ada</p></div>
<div id="attachment_210" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><strong><strong><img class="size-medium wp-image-210" title="kolong" src="http://fimmanarita.com/wp-content/uploads/2010/01/kolong-300x225.jpg" alt="Kolong di desa Pemali, keindahan yang dulu hampir tiap hari kunikmati di Bangka" width="300" height="225" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Kolong di desa Pemali, keindahan yang dulu hampir tiap hari kunikmati di Bangka</p></div>
<div id="attachment_211" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><strong><strong><img class="size-medium wp-image-211" title="kolong 2" src="http://fimmanarita.com/wp-content/uploads/2010/01/kolong-2-300x200.jpg" alt="Kapan ya bisa kembali ke tempat yang menakjubkan ini...?" width="300" height="200" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Kapan ya bisa kembali ke tempat yang menakjubkan ini...?</p></div>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fimmanarita.com/2010/01/laskar-pelangi-berlanjut-ke-sang-pemimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
