<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Fimma Naritasari &#187; malaria</title>
	<atom:link href="http://fimmanarita.com/tag/malaria/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fimmanarita.com</link>
	<description>Share what I see, hear, ad feel...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 02:26:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bagaimana orang Bangka menanggapi dan menangani malaria?</title>
		<link>http://fimmanarita.com/2008/12/bagaimana-orang-bangka-menanggapi-dan-menangani-malaria/</link>
		<comments>http://fimmanarita.com/2008/12/bagaimana-orang-bangka-menanggapi-dan-menangani-malaria/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 12:35:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fimma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary sehari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[kelapa muda]]></category>
		<category><![CDATA[malaria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fimmanarita.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[
Berdasarkan pengalaman pribadi terkena malaria, aku jadi tahu ternyata banyak cara dilakukan orang bangka untuk menangani malaria. Pertama, malaria disini sudah menjadi penyakit yang umum diderita. Jadinya, orang-orang dirumah sakit hanya menanggapi ”ooo&#8230;malaria!!!”. Bahkan sebelum bertemu dengan dokter di rumah sakit, aku yang datang dengan keluhan demam dan muntah, langsung disuruh periksa darah dan&#8230;positif terkena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Berdasarkan pengalaman pribadi terkena malaria, aku jadi tahu ternyata banyak cara dilakukan orang bangka untuk menangani malaria. Pertama, malaria disini sudah menjadi penyakit yang umum diderita. Jadinya, orang-orang dirumah sakit hanya menanggapi ”ooo&#8230;malaria!!!”. Bahkan sebelum bertemu dengan dokter di rumah sakit, aku yang datang dengan keluhan demam dan muntah, langsung disuruh periksa darah dan&#8230;positif terkena plasmodium vivax&#8230;alias malaria tertiana. Hiks&#8230; Baru setelah itu bertemu dokter (bu dokter) dan diberilah obat-obatan. Hal yang mengherankan adalah bahwa ternyata obat malaria yang diberikan hanya single dose alias sekali minum, tapi langsung 3 pil. Sisanya obat anti mual (demperidone) dan anti demam (paracetamol). Meskipun obat malaria cuma <em>single dose</em>, tapi efeknya cukup hebat&#8230;sampai seminggu urine berwarna<span> </span>coklat. Sempet ada yang mikir&#8230;.”Duh jangan-jangan hepatitis!!!”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"><span> </span>Sebenarnya yang menyebalkan dari malaria adalah adanya rasa mual dan muntah setiap kali makan. Jadinya badan lemes banget. Sama bapak pondokan, Pak Tarjo, kemudian diberi saran untuk minum ramuan akar pohon. Jadi ada akar pohon apa&#8230;gitu dipotong-potong. Terus ditambah air dan didihkan hingga airnya kemerahan-kecoklatan. Katanya Pak Tarjo&#8230;”Enggak pahit kok, Cuma agak masam-masam”&#8230;Tapi setelah jadi dan coba kuminum&#8230;”BUSYET dah rasanya&#8230;pahit&#8230;”. Jadinya aku minumnya pake acara mencet hidung. Tapi lumayan, habis itu, bisa makan dan nggak muntah. Paginya, kukira udah ga bakal muntah lagi&#8230;tapi&#8230;ups ternyata aku salah&#8230;Akhirnya kuputuskan untuk kerumah sakit lagi. Yang menarik ternyata Cuma dikasih obat anti mual lain merek (tapi tetap demperidone), vitamin, dan OBAT PSIKOTROPIKA&#8230;emang aku dah gila ya&#8230;???.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"><span> </span>Mitos lain yang beredar di Bangka, adalah ”LAWAN MALARIA DENGAN AIR KELAPA MUDA MURNI”. Bapak (Pak Tarjo) juga sempat menyarankan ini pada anak yang terkena malaria sebelum aku. Bapak menyarankan juga untuk meminumnya jam 1 malam. Kenapa? Karena katanya bapak lagi, jam-jam sekian syaraf kita dalam kondisi rileks&#8230;dan manfaat air kelapa muda jadi lebih joss!!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fimmanarita.com/2008/12/bagaimana-orang-bangka-menanggapi-dan-menangani-malaria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
