Minggu siang, 100110, mama dan papa tiba-tiba (berencana) mengajakku ke suatu agrowisata di daerah Dlinggo. Mobil merah dipacu kencang ke arah makam-makam raja imogiri bantul, sampai ada penunjuk jalan menuju Dlinggo. Setelah cukup jauh berjalan, akhirnya menemukan tulisan “Kebun buah” dan penunjuk panah. Dengan kepercayaan diri 100 persen diikutilah rute tersebut. Setelah meliuk-liuk hampir sekitar 20 menit…tak kunjung ada penanda lagi. Akhirnya karena berpegang teguh pada semboyan “malu bertanya sesat di jalan”, papa memutuskan untuk bertanya pada orang di jalan…dan ternyata…kebun buah yang dimaksud sudah sangaaat jauuuuh terlewat…:((. Hahaha…beginilah (seringnya) nasib piknik keluargaku, karena tujuan semula memang hanya jalan-jalan keluar rumah.
Akhirnya dalam waktu singkat dengan tanpa ada beda pendapat, semua sepakat, daripada balik dan belum tentu ketemu, lebih baik lanjut ke patuk terus cari makan disana (semua kelaparan, dan tidak ada bekal yang cukup di mobil-ini juga tradisi keluarga : “makanan beli dijalan, tidak bawa dari rumah”). Yah begitulah…acara wisata ke agrowisata, berubah seketika menjadi acara wisata kuliner. Dan (lagi-lagi) mama, papa,dan aku sepakat…kita makan nasi merah jirak. Yah begitulah acara “klintong-klintong” (sebutan mama-papaku untuk acara jalan-jalan tanpa arah) kami lalui…

Warung Nasi merah Jirak yang terletak persis di sebelah jembatan jirak
Nasi merah jirak sendiri memang kuliner yang sudah sangat dikenal di Wonosari, Gunungkidul. Warung makan sederhana dengan menu makanan rumahan. Hal yang membuat tempat ini istimewa adalah nasi merah yang digunakan sebagai makanan pokoknya. Saat datang, kita hanya perlu memesan minum dan porsi nasi, dengan begitu lauk pauk akan sendirinya menyusul. Sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa, hanya saja nasi merah hangat, sayur tempe lombok hijau, sayur godhong telo (daun ketela), trancam, wader goreng, daging, iso babat, dan berbagai macam krupuk bisa berpadu sangat harmonis menendang lidah para musafir yang makan di sana (halah!). Belum lagi teh poci gula batu yang sukses menuntaskan semuanya masuk ke kerongkongan. Satu kata untuk nasi merah jirak…MANTAP!!!

Recent Comments