<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Fimma Naritasari &#187; Phylosopher!</title>
	<atom:link href="http://fimmanarita.com/category/phylosopher/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fimmanarita.com</link>
	<description>Share what I see, hear, ad feel...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 02:26:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Laskar Pelangi berlanjut ke Sang Pemimpi</title>
		<link>http://fimmanarita.com/2010/01/laskar-pelangi-berlanjut-ke-sang-pemimpi/</link>
		<comments>http://fimmanarita.com/2010/01/laskar-pelangi-berlanjut-ke-sang-pemimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 14:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fimma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary sehari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[Phylosopher!]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi versiku]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[laskar pelangi]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[sang pemimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fimmanarita.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu menyempatkan diri ke XXI untuk menonton film lanjutan dari Laskar Pelangi, yaitu Sang Pemimpi. Bukan bermaksud membandingkan keduanya, karena menurutku keduanya sama hebat, dengan misi yang sangat terhormat. Namun hanya ingin sedikit mengungkapkan perasaanku pada masing-masing film tersebut yang diadaptasi dari novel tetralogi karangan Andrea Hirata.
Laskar Pelangi
Waktu menonton film ini, aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu menyempatkan diri ke XXI untuk menonton film lanjutan dari Laskar Pelangi, yaitu Sang Pemimpi. Bukan bermaksud membandingkan keduanya, karena menurutku keduanya sama hebat, dengan misi yang sangat terhormat. Namun hanya ingin sedikit mengungkapkan perasaanku pada masing-masing film tersebut yang diadaptasi dari novel tetralogi karangan Andrea Hirata.</p>
<p><strong>Laskar Pelangi</strong></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-207" title="laskar-pelangi" src="http://fimmanarita.com/wp-content/uploads/2010/01/laskar-pelangi-211x300.jpg" alt="laskar-pelangi" width="211" height="300" />Waktu menonton film ini, aku baru baru saja pulang dari perantauan 40 hari di Pulau Bangka nan eksotis dalam Rangka KKN PPM UGM 2008 atau kami lebih senang menyebutnya sebagai KKN HORE-HORE. Adegan pembuka film ini, yang menggambarkan ke ceriaan anak-anak berlari di pulau tetangga pulau bangka yaitu belitong, sontak membuat air mataku langsung menetes (padahal belum ada cerita apa2 lho). Tapi sungguh laskar pelangi mampu menangkap dan menggambarkan hal yang hampir serupa seperti yang aku temukan dalam perantauanku kesana. Pendidikan menurutku disana kurang menjadi perhatian utama, toh nantinya setelah dewasa anak-anak itu akan hidup dari mencari timah di tambang-tambang Timah Inkonvensional mereka. Mungkin itu yang mereka fikir. Ironis. Kembali ke Laskar Pelangi, film ini benar-benar menyentuh dalam hal konflik, bagaimana anak-anak yang hidup dalam berbagai keterbatasan justru mampu melewati batas cakrawala menemukan ide-ide yang jenius dalam menghadapi berbagai permasalahan mereka. Meskipun akhirnya harus ada tokoh yang terpaksa menyerah pada takdir, karena latar belakang keluarganya, namun mimpi tokoh tersebut pada akhirnya tak juga padam dan terus ditularkan pada putrinya.</p>
<p><strong>Sang Pemimpi</strong></p>
<p><em><img class="alignleft size-medium wp-image-208" title="sangpemimpi" src="http://fimmanarita.com/wp-content/uploads/2010/01/sangpemimpi-209x300.jpg" alt="sangpemimpi" width="209" height="300" />“Masa muda, adalah masa yang berapi-api”</em>. Bagi yang sudah pernah menonton film Sang Pemimpi pasti tahu kata-kata itu.  Berbeda dengan Laskar Pelangi, para tokoh disini digambarkantelah memasuki usia remaja. Bagaimana mereka dengan lantang menyuarakan mimpi-mimpinya dan jalan yang akan mereka tempuh untuk meraih mimpi tersebut. Meskipun konflik tidak terjadi secara drastis dan dramatis di film ini (tidak ada adegan yang memaksaku termehek-mehek seperti halnya Laskar Pelangi), namun apa yang coba disuarakan film ini adalah hal yang sangat hebat. Bagaimana tokoh arai, yang selalu berfikir positif, mampu menularkan semangat bermimpinya pada tokoh Ikal…bahkan mungkin pada penonton film ini. Arai mengajari kita bagaimana harus melihat dunia dari sisi yang lain, sisi yang “selalu” positif. Benar juga, mungkin saat kematian kita bukanlah saat ruh kita berpisah dengan jasad, namun saat kita kehilangan mimpi-mimpi untuk dikejar.</p>
<p><strong>Mimpi…</strong></p>
<p>Mungkin ini alasannya kenapa Tuhan harus menciptakan bumi dengan bentuk bulat, supaya kita ras manusia yang tinggal di dalamnya tidak akan pernah menemukan ujung dunia, dan terus bermimpi untuk sesuatu yang lebih baik…untuk mencari “ujung dunia” versinya masing-masing…</p>
<p>Semoga makin banyak sineas-sineas Indonesia yang membuat film bermutu…Idealis…tak hanya “sok” Realistis….<strong>INDONESIA BISA!!!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_209" class="wp-caption aligncenter" style="width: 220px"><strong><strong><img class="size-medium wp-image-209" title="pondokan KKN" src="http://fimmanarita.com/wp-content/uploads/2010/01/pondokan-KKN-210x300.jpg" alt="Pohon eksotis di depan pondokan cowok...kabarnya pohon itu sudah tak ada" width="210" height="300" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Pohon eksotis di depan pondokan cowok...kabarnya pohon itu sudah tak ada</p></div>
<div id="attachment_210" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><strong><strong><img class="size-medium wp-image-210" title="kolong" src="http://fimmanarita.com/wp-content/uploads/2010/01/kolong-300x225.jpg" alt="Kolong di desa Pemali, keindahan yang dulu hampir tiap hari kunikmati di Bangka" width="300" height="225" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Kolong di desa Pemali, keindahan yang dulu hampir tiap hari kunikmati di Bangka</p></div>
<div id="attachment_211" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><strong><strong><img class="size-medium wp-image-211" title="kolong 2" src="http://fimmanarita.com/wp-content/uploads/2010/01/kolong-2-300x200.jpg" alt="Kapan ya bisa kembali ke tempat yang menakjubkan ini...?" width="300" height="200" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Kapan ya bisa kembali ke tempat yang menakjubkan ini...?</p></div>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fimmanarita.com/2010/01/laskar-pelangi-berlanjut-ke-sang-pemimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ragu</title>
		<link>http://fimmanarita.com/2010/01/ragu/</link>
		<comments>http://fimmanarita.com/2010/01/ragu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 07:39:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fimma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Phylosopher!]]></category>
		<category><![CDATA[ragu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fimmanarita.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali perasaan bernama &#8220;ragu&#8221; itu menghantui langkahku&#8230;
Memenuhi pikiranku dengan pertanyaan semacam : &#8220;benarkah yang telah kulakukan selama ini?&#8221;&#8230;
Berbagai masalah kadang membutuhkan keputusan ku untuk menyelesaikannya, namun seringkali aku menemukan pilihan yang aku pilih bukanlah pilihan yang terbaik yang bisa aku lakukan. Ya, sering ada sedikit penyesalan, kenapa aku memilih keputusan seperti itu, bukan keputusan lain. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seringkali perasaan bernama <strong>&#8220;ragu&#8221;</strong> itu menghantui langkahku&#8230;</p>
<p>Memenuhi pikiranku dengan pertanyaan semacam : &#8220;<em>benarkah yang telah kulakukan selama ini?&#8221;&#8230;</em></p>
<p>Berbagai masalah kadang membutuhkan keputusan ku untuk menyelesaikannya, namun seringkali aku menemukan pilihan yang aku pilih bukanlah pilihan yang terbaik yang bisa aku lakukan. Ya, sering ada sedikit penyesalan, kenapa aku memilih keputusan seperti itu, bukan keputusan lain. Sebenarnya masalahnya bukan timbul dari dan karena adanya penyesalan, toh masalah itu sudah berlalu, hanya saja semua itu membuatku menjadi ragu untuk mengambil keputusan yang lain. Aku takut memilih sesuatu yang &#8220;bukan jalan terbaik&#8221; lagi.</p>
<p><em>Tapi bukankah hidup harus terus berjalan? Adakah kita punya waktu untuk mem&#8221;pause&#8221; hidup dengan &#8220;keragu-ragu-an&#8221;?</em></p>
<p><em>***</em></p>
<p>Kata Ki Manteb buat Sri Mulyani (KR edisi 3 Januari 2010) berdasarkan pepatah Jawa :</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Yen wedi aja wani-wani, Yen wani aja wedi-wedi&#8221;</em></p></blockquote>
<p>Yang artinya : Kalau takut jangan sok berani, tapi kalau berani kenapa harus takut</p>
<p>Yang kalau kujabarkan artinya (versiku.red) meyambung dengan judul postingan ini: Kalau kita tidak yakin akan sesuatu, lebih baik kita tidak usah nekat untuk melakukannya, namun jika kita meyakini sesuatu maka LANJUTKAN!!! terjang semua penghalang&#8230;Fighto!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fimmanarita.com/2010/01/ragu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beberapa tanya tentang wanita&#8230;</title>
		<link>http://fimmanarita.com/2010/01/beberapa-tanya-tentang-wanita/</link>
		<comments>http://fimmanarita.com/2010/01/beberapa-tanya-tentang-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 03:41:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fimma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Phylosopher!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fimmanarita.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Pernah mendengar kata-kata : dibalik seorang pria yang hebat (sukses)&#8230;pastilah ada wanita hebat dibelakangnya. Namun saat melihat ada wanita yang sukses&#8230;siapa dibelakangnya???
***
Wanita&#8230;makhluk yang unik Tuhan ciptakan. Begitu banyak tugas yang harus diemban, namun begitu banyak pula keterbatasan. Kata pujangga, kenapa makhluk ini harus diciptakan dari tulang rusuk adam&#8230;karena tulang rusuk dekat dengan hati&#8230; jadi harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah mendengar kata-kata : dibalik seorang pria yang hebat (sukses)&#8230;pastilah ada wanita hebat dibelakangnya. Namun saat melihat ada wanita yang sukses&#8230;siapa dibelakangnya???</p>
<p>***</p>
<p>Wanita&#8230;makhluk yang unik Tuhan ciptakan. Begitu banyak tugas yang harus diemban, namun begitu banyak pula keterbatasan. Kata pujangga, kenapa makhluk ini harus diciptakan dari tulang rusuk adam&#8230;karena tulang rusuk dekat dengan hati&#8230; jadi harus selalu disayangi. Begitukah?</p>
<p>***</p>
<p>Kata orang-orang yang paham agama&#8230;menjadi wanita itu susah-susah gampang&#8230;banyak sekali kita diberi kesempatan untuk masuk surga&#8230;kita &#8216;hanya&#8217; harus mampu menjaga diri, menjaga suami, menjaga anak, namun menurut riwayat lain penghuni neraka mayoritas wanita&#8230;Jadi sebenarnya susah atau mudah jadi wanita?</p>
<p>***</p>
<p>Dulu pernah ada zaman, wanita menjadi makhluk kelas dua&#8230;dengan hanya 3 macam pekerjaan (3M): masak, macak, dan manak (memasak, berdandan, mempunyai keturunan). Kini tak ada satupun jabatan yang belum pernah diicipi wanita&#8230;namun kadang demi meraihnya wanita harus meninggalkan kodratnya dan pekerjaan 3M-nya&#8230;tanya kenapa?</p>
<p>***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fimmanarita.com/2010/01/beberapa-tanya-tentang-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makannya ngaca&#8230;!!! (Renungan&#8230;yang lagi2 untukku sendiri)&#8230;</title>
		<link>http://fimmanarita.com/2009/04/makannya-ngaca-renunganyang-lagi2-untukku-sendiri/</link>
		<comments>http://fimmanarita.com/2009/04/makannya-ngaca-renunganyang-lagi2-untukku-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 14:08:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fimma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Phylosopher!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fimmanarita.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Kalau boleh berandai-andai&#8230;pengennya hidup selalu dapat yang terbaik&#8230;
Punya keluarga yang selalu men-support baik secara siritual maupun material&#8230;tapi kalo udah NGACA&#8230;pernah ga kita (aku.red) care sama keluarga??? Pulang kuliah selalu sore, kadang-kadang malah malem, gara-gara sibuk ngurusin urusan di luar rumah, jalan sama temen, dan kesibukan lainnya, sesampainya di rumah udah terlalu capek&#8230;wajar kalau komunikasi sering [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau boleh berandai-andai&#8230;pengennya hidup selalu dapat yang terbaik&#8230;</p>
<p>Punya keluarga yang selalu men-support baik secara siritual maupun material&#8230;tapi kalo udah NGACA&#8230;pernah ga kita (aku.red) care sama keluarga??? Pulang kuliah selalu sore, kadang-kadang malah malem, gara-gara sibuk ngurusin urusan di luar rumah, jalan sama temen, dan kesibukan lainnya, sesampainya di rumah udah terlalu capek&#8230;wajar kalau komunikasi sering macet, sering salah paham&#8230;.makannya kalau mau nuntut apa2 NGACA dulu!!!</p>
<p>Pengennya, punya temen yang selalu ada buat ndengerin keluh-kesah kita, menemani di saat kita suka dan duka, membantu kita, mendukung kita, pokoknya mewarnai hidup kita lah&#8230;:D&#8230;Tapi setelah NGACA&#8230;apa kita (aku.red) sudah jadi temen yang baik, yang bisa selalu ada untuk temen-temenku, yang selalu bisa jadi pendengar yang baik, yang selalu ada saat mereka suka dan duka, selalu mendukung mereka, dan meberi warna pada hari-hari mereka??? Kayaknya belum&#8230;aku masih suka &#8220;ember&#8221;, masih suka ngilang, masih suka egois, masih sering mementingkan urusan pribadi&#8230;So&#8230;(<em>ga usah dilanjutin deh kalimatnya&#8230;:D</em>)</p>
<p>Sedikit tambahan&#8230;meskipun ga nyambung&#8230;pernah denger kalimat dari film &#8220;Cinta Silver&#8221; : &#8220;Kesepian itu menyedihkan bukan saat kita lg sedih&#8230;tapi justru saat kita tertawa&#8230;tapi tidak ada orang yang bisa kita ajak tertawa&#8230;&#8221;  (hohoho&#8230;bener ga sih???)</p>
<p>Terakhir&#8230;</p>
<p>Pengennya dapet jodoh yang super sempurna&#8230;Tapi Alhamdulillah&#8230;KACA dikamarku cukup besar buat NGACA jadi sangat mudah melihat diriku&#8230;<em>Outer beuty???</em>&#8230;biasa aja&#8230;muka ga eksotis2 amat, jerawatan, kulit ga mulus-mulus amat, body standar dengan prognosis dubia ad mala, perut buncit, paha besar&#8230;(udah ah&#8230;ntar ndak pada ilfeel <img src='http://fimmanarita.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> )&#8230;<em>Inner beauty?</em>&#8230;ga baik2 amat, ga rajin2 amat, ga pinter2 amat, ga (lain2nnya) amat&#8230;So&#8230;Kita (aku.red) hanya bisa berdoa untuk dapat yang TERBAIK saja&#8230;Kali ini aku sangat setuju kalimat &#8220;Mu&#8221; : &#8220;<em>You can giving without loving BUT You can&#8217;t loving without giving</em>&#8220;&#8230;:D (wee&#8230;ga nyambung&#8230;:p)</p>
<blockquote><p><strong>Akhir Kata&#8230;hikmah dari postingan ini : BELI KACA&#8230;TRUS RAJIN-RAJIN NGACA!!!<br />
</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fimmanarita.com/2009/04/makannya-ngaca-renunganyang-lagi2-untukku-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Realistis versus Idealis</title>
		<link>http://fimmanarita.com/2009/03/realistis-versus-idealis/</link>
		<comments>http://fimmanarita.com/2009/03/realistis-versus-idealis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 03:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fimma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Phylosopher!]]></category>
		<category><![CDATA[idealis]]></category>
		<category><![CDATA[realistis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fimmanarita.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Bukan karena terispirasi albumnya Ello, namun karena pembicaraan dengan Mu semalam membuatku jadi ingin memposting tulisan ini.
Dunia ini memang tidak semudah panggung sandiwara, kita lahir pasti telah dibekali cipta, rasa, dan karsa, sebagai manusia kita juga pasti dibekali hati nurani disamping akal. Dengan semua yang telah Allah SWT berikan kepada kita itu, kita pasti punya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan karena terispirasi albumnya Ello, namun karena pembicaraan dengan Mu semalam membuatku jadi ingin memposting tulisan ini.</p>
<p>Dunia ini memang tidak semudah panggung sandiwara, kita lahir pasti telah dibekali cipta, rasa, dan karsa, sebagai manusia kita juga pasti dibekali hati nurani disamping akal. Dengan semua yang telah Allah SWT berikan kepada kita itu, kita pasti punya gambaran, angan-angan, harapan mengenai bagaimana seharusnya dunia kita. Kita selalu punya sisi yang berharap dunia sesempurna yang ada di angan-angan kita. Dunia dimana semua hal berjalan sesuai keinginan kita&#8230;Sisi ini yang disebut IDEALIS&#8230;Dunia idealis, memang gambaran yang sempurna, minimal sesuai dengan apa yang kita harapkan. </p>
<p>Kalau sedikit boleh ber-angan-anagan tentang dunia ini, versi idealismeku, adalah dunia tanpa setan, jadi manusia saling hormat-menghormati, sayang-menyayangi, senyum selalu terpancar dari wajah setiap orang. Negaraku dipimpin oleh para pemimpin yang jujur, bertanggung jawab, dan tak pernah ada istilah KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme bukan Kuliah Kerja Nyata!!!). Rakyatnya menghormati pemimpinnya karena memang pemimpinnya pantas untuk dihormati. Tak ada lagi orang yang berteriak-teriak karena kelaparan, dimana satu sisi orang meninggal karena kegemukan. Tak perlu ada kekhawatiran material, orang saling-membantu. Setiap orang bebas ber-ekspresi tanpa pernah lupa bahwa orang lain juga punya hak untuk dihargai&#8230;Hahaha&#8230;lama-lama kayak mata pelajaran PPKn&#8230;</p>
<p>Disatu sisi, kita semua sadar, meskipun telah dibekali berbagai hal tersebut diatas, tak ada manusia yang sempurna. Ada nafsu yang kadang tidak mampu dikendalikan. sehingga sering terjadi pergolakan batin. Kadang kita tahu perbuatan yang kita lakukan adalah perbuatan yang salah, tapi entah mengapa kita juga tidak mampu mencegah diri kita untuk melakukannya. Bahkan yang sudah lebih keterlaluan, saat kita sudah terlalu sering melakukan kesalahan tersebut, lama-lama kita sudah tidak memiliki rasa bersalah lagi saat melakukannya. Untuk menghadapi ketidaksempurnaan yang terjadi di dunia ini kita dituntut untuk bersikap REALISTIS&#8230;</p>
<p>Kadang bersikap idealis bisa membuat kita hilang ditelan jaman&#8230;</p>
<p>Namun kadang idealis bisa membuat kita sukses karena membuat kita berbeda dan berani bersikap&#8230;</p>
<p>Bersikap realistis kadang membuat kita tampak sebagai orang tak berprinsip dan hanya mengagungkan duniawi&#8230;</p>
<blockquote><p><b>Bisakah kita bersikap Realistis tanpa meninggalkan Idealisme???</b></p>
</blockquote>
<p><i>Aduh mumet!!!</i></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fimmanarita.com/2009/03/realistis-versus-idealis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bosan&#8230;</title>
		<link>http://fimmanarita.com/2009/03/bosan/</link>
		<comments>http://fimmanarita.com/2009/03/bosan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 12:27:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fimma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Phylosopher!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fimmanarita.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Hari-hariku mulai kehilangan warna&#8230;
Tak ada lagi biru pagi yang cerah&#8230;karena tertutup kemalasan dan hari tanpa tujuan&#8230;
Tak ada lagi kuning siang yang bersemangat&#8230;karena tak ada pencapaian dan kemajuan&#8230;
Tak ada lagi oranye yang hangat dan bersahabat disore hari&#8230;karena canda tawa itu sudah jarang ada&#8230;
Bahkan tak ada lagi hitam malam yang tenang&#8230;karena hari-hariku dihantui &#8220;kau&#8221; yang tak kunjung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari-hariku mulai kehilangan warna&#8230;</p>
<p>Tak ada lagi biru pagi yang cerah&#8230;karena tertutup kemalasan dan hari tanpa tujuan&#8230;</p>
<p>Tak ada lagi kuning siang yang bersemangat&#8230;karena tak ada pencapaian dan kemajuan&#8230;</p>
<p>Tak ada lagi oranye yang hangat dan bersahabat disore hari&#8230;karena canda tawa itu sudah jarang ada&#8230;</p>
<p>Bahkan tak ada lagi hitam malam yang tenang&#8230;karena hari-hariku dihantui &#8220;kau&#8221; yang tak kunjung usai</p>
<p>Pelangiku entah kemana&#8230;Kebun bungaku entah dimana&#8230;</p>
<blockquote><p>Aku Bosan dengan duniaku yang nyaris putih&#8230;tanpa coretan!!!</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fimmanarita.com/2009/03/bosan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjalanan (Renungan untuk menentukan arah)</title>
		<link>http://fimmanarita.com/2008/12/perjalanan-renungan-untuk-menentukan-arah/</link>
		<comments>http://fimmanarita.com/2008/12/perjalanan-renungan-untuk-menentukan-arah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 12:39:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fimma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Phylosopher!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fimmanarita.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kamu memasuki jalan lurus yang panjang&#8230;kemudian ditengah-tengah jalan tersebut kamu berfikir : &#8220;Benarkah jalan yang aku tempuh ini?&#8221;
Pertanyaan tersebut sebenarnya sesuatu yang sia-sia, karena jalan untuk kembali nyaris tak ada&#8230;kamu telah melalui jalan itu sangat jauh dari titik awal. Berbelok? yang ada di jalan itu hanya gang-gang yang juga tak jelas arah tujuannya. Lantas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Pernahkah kamu memasuki jalan lurus yang panjang&#8230;kemudian ditengah-tengah jalan tersebut kamu berfikir : &#8220;Benarkah jalan yang aku tempuh ini?&#8221;</em></p>
<p>Pertanyaan tersebut sebenarnya sesuatu yang sia-sia, karena jalan untuk kembali nyaris tak ada&#8230;kamu telah melalui jalan itu sangat jauh dari titik awal. Berbelok? yang ada di jalan itu hanya gang-gang yang juga tak jelas arah tujuannya. Lantas apa yang sebaiknya kita fikirkan?</p>
<p>B<em>enarkah ada jalan yang benar-benar baik untuk kita. dimana jalan itu sama sekali tak akan mempersulit kita untuk melewatinya?</em></p>
<p><em>Ataukah sebenarnya semua jalan yang ada itu sama saja, termasuk gang-gang kecil yang tak tentu arahnya tadi?</em></p>
<p><em>Jika benar-benar ada jalan yang baik untukku, apakah itu jalan yang sedang aku tempuh sekarang? </em></p>
<p><em>Jika aku tetap mengikuti jalan ini apakah apakah ada ujung yang indah disana?</em></p>
<p><em>Jika ternyata akhirnya aku berfikir ini bukan jalan yang harus kutempuh…beranikah aku berbelok?</em></p>
<p><em>Jika aku mencoba untuk lari…memasuki satu dari puluhan gang yang ada…apa tak mungkin juga ada akhir yang indah disitu?</em></p>
<p>Pertanyaan diatas hanya renungan…boleh dijawab atau tidak, sebab kadangkala tidak perlu terlalu banyak berfikir untuk menyelesaikan perjalanan. Tapi jika ada yang merenungkannya bahkan berhasil memberikan jawaban untuk dirinya sendiri, semoga arah yang diambil memang arah yang benar, sehingga perjalanan yang dilakukan tidak sia-sia. Bukankan kita hanya memiliki satu kesempatan dalam hidup ini untuk memilih mengenai rute perjalanan kita? Sekali kita melangkah, yang bisa kita lakukan hanya meyakini, termasuk sekali kita berbelok yang kita harus miliki adalah ketetapan hati.</p>
<blockquote><p><strong>I</strong><strong>ni perjalananmu…tentukan sendiri arahmu…</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fimmanarita.com/2008/12/perjalanan-renungan-untuk-menentukan-arah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidur&#8230;</title>
		<link>http://fimmanarita.com/2008/10/tidur/</link>
		<comments>http://fimmanarita.com/2008/10/tidur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 08:58:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fimma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Phylosopher!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fimmanarita.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Sekali lagi aku tertidur&#8230;
Untuk apa aku tidur???
Untuk mencari mimpi&#8230;
Untuk mencari inspirasi&#8230;
Untuk mengisi tenaga&#8230;
Untuk lari dari masalah&#8230;
Untuk menghindari marah&#8230;
Untuk mengusir gundah&#8230;
&#8230;
Aku memang tak pernah kekurangan alasan untuk tidur&#8230;:D
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekali lagi aku tertidur&#8230;</p>
<p>Untuk apa aku tidur???</p>
<p>Untuk mencari mimpi&#8230;</p>
<p>Untuk mencari inspirasi&#8230;</p>
<p>Untuk mengisi tenaga&#8230;</p>
<p>Untuk lari dari masalah&#8230;</p>
<p>Untuk menghindari marah&#8230;</p>
<p>Untuk mengusir gundah&#8230;</p>
<p>&#8230;</p>
<blockquote><p>Aku memang tak pernah kekurangan alasan untuk tidur&#8230;:D</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fimmanarita.com/2008/10/tidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>No Regret!It&#8217;s a must! (renungan untukku sendiri&#8230;:P)</title>
		<link>http://fimmanarita.com/2008/09/no-regretits-a-must-renungan-untukku-sendirip/</link>
		<comments>http://fimmanarita.com/2008/09/no-regretits-a-must-renungan-untukku-sendirip/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 15:47:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fimma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Phylosopher!]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fimmanarita.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Bakat yang besar, membuat pemiliknya memiliki tanggung jawab yang besar pula,
Keinginan yang besar, membuat kita harus berusaha lebih keras dari orang lain,
Jika kita menyelesaikan semua pekerjaan hari ini, belum tentu esok adalah waktu luang,
Namun&#8230;
Hidup hanya sekali, sangat sayang kalau hanya habis untuk menyesali,
Kita harus terus berlari, jika tidak kita akan kalah dengan cepatnya rotasi bumi,
Berbuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bakat yang besar, membuat pemiliknya memiliki tanggung jawab yang besar pula,</p>
<p>Keinginan yang besar, membuat kita harus berusaha lebih keras dari orang lain,</p>
<p>Jika kita menyelesaikan semua pekerjaan hari ini, belum tentu esok adalah waktu luang,</p>
<p>Namun&#8230;</p>
<p>Hidup hanya sekali, sangat sayang kalau hanya habis untuk menyesali,</p>
<p>Kita harus terus berlari, jika tidak kita akan kalah dengan cepatnya rotasi bumi,</p>
<p>Berbuat yang terbaik jangan hanya hari ini atau esok, tapi untuk setiap hari yang akan kita lewati,</p>
<p>Supaya kita memiliki kenangan yang indah dan masa depan yang cerah,</p>
<blockquote><p><em>tapi..Apa yang sebenarnya kita cari dalam hidup ini?</em></p>
<p><em>dan </em><em>Sejauh mana manusia bisa terbang untuk menggapainya?</em></p></blockquote>
<p>Jika kita telah tahu apa yang akan kita tuju,</p>
<p>Lebih mudah untuk terbang kesana&#8230;</p>
<p>Jadi&#8230;Tentukanlah!&#8230;Jalanilah!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fimmanarita.com/2008/09/no-regretits-a-must-renungan-untukku-sendirip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
