Archive for the Category ◊ Diary sehari-hari ◊

Author: Fimma
• Sunday, January 10th, 2010

Minggu siang, 100110, mama dan papa tiba-tiba (berencana) mengajakku ke suatu agrowisata di daerah Dlinggo. Mobil merah dipacu kencang ke arah makam-makam raja imogiri bantul, sampai ada penunjuk jalan menuju Dlinggo. Setelah cukup jauh berjalan, akhirnya menemukan tulisan “Kebun buah” dan penunjuk panah. Dengan kepercayaan diri 100 persen diikutilah rute tersebut. Setelah meliuk-liuk hampir sekitar 20 menit…tak kunjung ada penanda lagi. Akhirnya karena berpegang teguh pada semboyan “malu bertanya sesat di jalan”, papa memutuskan untuk bertanya pada orang di jalan…dan ternyata…kebun buah yang dimaksud sudah sangaaat jauuuuh terlewat…:((. Hahaha…beginilah (seringnya) nasib piknik keluargaku, karena tujuan semula memang hanya jalan-jalan keluar rumah.

Akhirnya dalam waktu singkat dengan tanpa ada beda pendapat, semua sepakat, daripada balik dan belum tentu ketemu, lebih baik lanjut ke patuk terus cari makan disana (semua kelaparan, dan tidak ada bekal yang cukup di mobil-ini juga tradisi keluarga : “makanan beli dijalan, tidak bawa dari rumah”). Yah begitulah…acara wisata ke agrowisata, berubah seketika menjadi acara wisata kuliner. Dan (lagi-lagi) mama, papa,dan aku sepakat…kita makan nasi merah jirak. Yah begitulah acara “klintong-klintong” (sebutan mama-papaku untuk acara jalan-jalan tanpa arah) kami lalui…

Warung Nasi merah Jirak yang terletak persis di sebelah jembatan jirak

Warung Nasi merah Jirak yang terletak persis di sebelah jembatan jirak

Nasi merah jirak sendiri memang kuliner yang sudah sangat dikenal di Wonosari, Gunungkidul. Warung makan sederhana dengan menu makanan rumahan. Hal yang membuat tempat ini istimewa adalah nasi merah yang digunakan sebagai makanan pokoknya. Saat datang, kita hanya perlu memesan minum dan porsi nasi, dengan begitu lauk pauk akan sendirinya menyusul. Sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa, hanya saja nasi merah hangat, sayur tempe lombok hijau, sayur godhong telo (daun ketela), trancam, wader goreng, daging, iso babat, dan berbagai macam krupuk bisa berpadu sangat harmonis menendang lidah para musafir yang makan di sana (halah!). Belum lagi teh poci gula batu yang sukses menuntaskan semuanya masuk ke kerongkongan. Satu kata untuk nasi merah jirak…MANTAP!!!

Author: Fimma
• Thursday, January 07th, 2010

Setelah posting tentang Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi. Jadi inget lagi masa-masa KKN.

Masih ingatkah kawan… lagu yang seringkali kita nyanyikan di Bangka? Here the song :

LIRIK

Seseorang…

Bisa lari dari kebenaran dunia

Tapi tak seorang pun yang bisa

Lari dari kebenaran cinta

# Karna cinta adalah kebenaran sejati

dan cinta sejatiku adalah dirimu

Seorang…

Cinta sejati…

mendengar apa yang tidak dikatakan

Mengerti…

apa yang tidak dijelaskan

Sebab cinta tidak datang dari bibir, lidah, dan pikiran

Melainkan dari hati

dari hati

Back to #


Lagu Kebenaran Cinta – OST KKN Bangka (versi Bob) bisa di download disini

Anak-anak KKN HORE-HORE

Anak-anak KKN HORE-HORE

Special tribute to :

TEMAN-TEMAN KKN PPM BANGKA 2008 a.k.a. KKN HORE-HORE

-Lalank, Amber, Otong, Mamok, Gita, Tanti, Ninung, Dee, Peppy, Mita, Tampon, Andri, Bibie, Ucup, Boma, Gara, Budi, Oom Rio, Eria, Bob, Ratih, Iik, Niam, Marissa, Tiara,Desy,Tifa-

Author: Fimma
• Monday, January 04th, 2010

Siap?? Sebenarnya ga juga…

Itulah pertanyaan yang ada dalam benakku, sebelum menghadapi ujian seminar hasil hari ini. Sempat was-was dengan apa yang akan terjadi…Tapi bagaimanapun the show must go on…Akhirnya Alhamdulillah I finished one more step

Tapi perjuangan belum usai, masih harus bersaing ketat dengan waktu. Semoga Allah SWT memberi kekuatan untuk melewati semua ini…

Pertanyaannya sekarang…akan kupersembahkan untuk siapa skripsi ini?? (Hehehe…akhirnya tiba waktunya membuat halaman persembahan)

Author: Fimma
• Sunday, January 03rd, 2010

Beberapa hari yang lalu menyempatkan diri ke XXI untuk menonton film lanjutan dari Laskar Pelangi, yaitu Sang Pemimpi. Bukan bermaksud membandingkan keduanya, karena menurutku keduanya sama hebat, dengan misi yang sangat terhormat. Namun hanya ingin sedikit mengungkapkan perasaanku pada masing-masing film tersebut yang diadaptasi dari novel tetralogi karangan Andrea Hirata.

Laskar Pelangi

laskar-pelangiWaktu menonton film ini, aku baru baru saja pulang dari perantauan 40 hari di Pulau Bangka nan eksotis dalam Rangka KKN PPM UGM 2008 atau kami lebih senang menyebutnya sebagai KKN HORE-HORE. Adegan pembuka film ini, yang menggambarkan ke ceriaan anak-anak berlari di pulau tetangga pulau bangka yaitu belitong, sontak membuat air mataku langsung menetes (padahal belum ada cerita apa2 lho). Tapi sungguh laskar pelangi mampu menangkap dan menggambarkan hal yang hampir serupa seperti yang aku temukan dalam perantauanku kesana. Pendidikan menurutku disana kurang menjadi perhatian utama, toh nantinya setelah dewasa anak-anak itu akan hidup dari mencari timah di tambang-tambang Timah Inkonvensional mereka. Mungkin itu yang mereka fikir. Ironis. Kembali ke Laskar Pelangi, film ini benar-benar menyentuh dalam hal konflik, bagaimana anak-anak yang hidup dalam berbagai keterbatasan justru mampu melewati batas cakrawala menemukan ide-ide yang jenius dalam menghadapi berbagai permasalahan mereka. Meskipun akhirnya harus ada tokoh yang terpaksa menyerah pada takdir, karena latar belakang keluarganya, namun mimpi tokoh tersebut pada akhirnya tak juga padam dan terus ditularkan pada putrinya.

Sang Pemimpi

sangpemimpi“Masa muda, adalah masa yang berapi-api”. Bagi yang sudah pernah menonton film Sang Pemimpi pasti tahu kata-kata itu.  Berbeda dengan Laskar Pelangi, para tokoh disini digambarkantelah memasuki usia remaja. Bagaimana mereka dengan lantang menyuarakan mimpi-mimpinya dan jalan yang akan mereka tempuh untuk meraih mimpi tersebut. Meskipun konflik tidak terjadi secara drastis dan dramatis di film ini (tidak ada adegan yang memaksaku termehek-mehek seperti halnya Laskar Pelangi), namun apa yang coba disuarakan film ini adalah hal yang sangat hebat. Bagaimana tokoh arai, yang selalu berfikir positif, mampu menularkan semangat bermimpinya pada tokoh Ikal…bahkan mungkin pada penonton film ini. Arai mengajari kita bagaimana harus melihat dunia dari sisi yang lain, sisi yang “selalu” positif. Benar juga, mungkin saat kematian kita bukanlah saat ruh kita berpisah dengan jasad, namun saat kita kehilangan mimpi-mimpi untuk dikejar.

Mimpi…

Mungkin ini alasannya kenapa Tuhan harus menciptakan bumi dengan bentuk bulat, supaya kita ras manusia yang tinggal di dalamnya tidak akan pernah menemukan ujung dunia, dan terus bermimpi untuk sesuatu yang lebih baik…untuk mencari “ujung dunia” versinya masing-masing…

Semoga makin banyak sineas-sineas Indonesia yang membuat film bermutu…Idealis…tak hanya “sok” Realistis….INDONESIA BISA!!!

Pohon eksotis di depan pondokan cowok...kabarnya pohon itu sudah tak ada

Pohon eksotis di depan pondokan cowok...kabarnya pohon itu sudah tak ada

Kolong di desa Pemali, keindahan yang dulu hampir tiap hari kunikmati di Bangka

Kolong di desa Pemali, keindahan yang dulu hampir tiap hari kunikmati di Bangka

Kapan ya bisa kembali ke tempat yang menakjubkan ini...?

Kapan ya bisa kembali ke tempat yang menakjubkan ini...?

Author: Fimma
• Sunday, January 03rd, 2010

Pernah tiba-tiba ngerasa mules…mual…maag..pusing…padahal ga masuk angin ato ngrasa sakit?

Gejala-gejala ini akhir banyak menjangkitiku dan teman-temanku dan kami sepakat menyebutnya sebagai gejala PSIKOSOMATIS. Apa itu? Psikosomatis berarti gejala sakit pada anggota tubuh (somatik) yang sumbernya adalah pikiran (psikis). Ya…akhir-akhir ini adalah musim ujian…bukan ujian sembarangan, tapi ujian kehidupan (lebay bahasanya…:D). Jadi bulan-bulan ini adalah bulan perjuangan untuk mengejar matahari yang cerah di bulan Februari (maksudnya wisuda).Kalo aku pribadi gejala psikosomatis yang biasa menyerang adalah maag…diikuti mules-mules ga jelas, tapi untung ga menggangu sekali.

Ga usah panjang-panjang karena besok senin aku akan melaksanakan ujian kedua skripsiku, yaitu ujian seminar hasil. Semoga aku bisa melewatinya dengan lancar dan segera bisa diberi kesempatan untuk ujian skripsi atau istilah kerennya pendadaran.AMiin…

“SEMANGAT!!!”

Judulnya ga nyambung ya ma isinya…:D

NB : spesial credit tu nyonya a.k.a ninung…penderita psikosomatis sejati…:D

Author: Fimma
• Tuesday, October 27th, 2009

Hohoho…lama banget ga posting…

Benernya bukan karena sibuk atau karena ga ada waktu justru sebaliknya…terlalu banyak waktu luang tanpa kegiatan, jadinya…otak kosong tanpa inspirasi.

Kalo boleh jujur kondisi seperti ini jauh lebih menyiksa ketimbang kondisi sibuk dengan banyak deadline. Kenapa? Jelas karena pada kondisi kedua (sibuk dan banyak deadline) berarti banyak pencapaian yang kita peroleh, sedangkan sekarang aku merasa waktu ku berhenti…

Untuk bikin postingan ini aja butuh waktu lebih dari 2 jam…nulis…browsing…bikin es coklat (slurp)…facebook-an…baru nulis lagi…nyalain tv…nonton tv…nulis lagi…huft…

Berharap segera menemukan diriku lagi…yang mati-matian survive dengan berbagai kegiatan!!!

Author: Fimma
• Sunday, August 23rd, 2009

Postingan ini berawal saat kemarin aku ke salah satu toko buku favoritku di Jogja. Niatku pergi ke sana benernya cuma buat ambil rubic mirror transformer yang memang udah lama aku idam-idamkan. KEREN pokoknya…:D

Nhaa…masalah datang setelah aku selesai dengan tujuanku ke toko tadi, di depan toko tersebut sedang ada volunteer suatu organisasi pecinta lingkungan yang udah World Known dan udah kupasang jadi judul postingan ini…hehehe…datang menghampiri dan bilang…”Mbak minta waktunya 3 menit buat lingkungan…”. Aku terus terang masih bingung apa maksudnya. Setelah itu mas-mas volunteer mulai menceritakan program-program organisasi tersebut bla…bla…bla…dan diakhir dari pembicaraan tersebut mas tadi memberi formulir untuk diisi. Lihat formulir yang disodorkan benernya udah membuat aku curiga, karena ada kolom kredit, debet, cash. Masnya minta saya mengisi formulir yang katanya untuk petisi tanpa lebih dahulu menjelaskan kolom di bawahnya. Karena saya ini orangnya polos (baca: rada ga-dongan plus ga tegaan) ya isi aja kolom data diri, dengan jujur pula termasuk nomer hape saya.

Setelah usai mengisi kolom data diri saya mulai merasa aneh (baca : agak merasa tertipu) karena support yang katanya dimaksud mas-nya tadi adalah berupa donasi keuangan. Mas…saya tu masih berstatus mahasiswa, meskipun katanya saya donasi boleh hanya satu kali, tapi sistem autodebet yang ditawarkan membuat saya khawatir. Sistem autodebet ini setahu saya akan memberikan keleluasaan suatu badan untuk mendebet rekening saya tanpa persetujuan terlebih dahulu secara rutin berdasarkan persetujuan saya (walopun asli saya merasa agak tertipu). Alhasil pada kolom rekening saya kosongkan dan saya menjanjikan akan mengirimkan seusai saya pulang. Tapi karena ketakutan nomer rekening tidak jadi saya kirimkan, dan berniat akan mentransfer saja pada bulan Oktober seperti yang dikatakan mas-nya. Sehingga saya merasa tidak menyalahi perjanjian yang saya tanda-tangani penuh keterpaksaan.

Hal yang perlu dicermati :

1. Kenapa volunteer organisasi tersebut tidak menjelaskan DARI AWAL kalau dukungan yang diharapkan adalah support finansial, sehingga saya dari awal bisa menolak sehingga tidak merugikan pihak organisasi tersebut untuk membuang formulirnya yang terbuat dari kertas…yang awalnya juga dari pohon (seperti sms Mas-nya yang akhir-akhir ini menyebut saya sebagai orang yang tidak berpendirian, pengecut (walopun yang ini iya sih…hehehehe), tidak menghargai mereka, dan yang terakhir dan paling sering adalah merugikan mereka). Kalo saya boleh membela diri, saya juga merasa tertipu disini, dan akhir-akhir ini menjadi tidak tenang karena dihantui sms mas-nya…heheheh.

2. Kenapa sasaran supporternya tidak orang yang sudah penghasilan lebih mapan. Rekening yang saya miliki adalah rekening yang sifatnya hanya menampung uang untuk biaya kuliah dan sebagainya. Sehingga saya harus-hati-hati dalam menggunakannya. Bisa-bisa saya nggak jadi lulus ntar…Jadi dengan berat hati saya menyatakan tidak jadi bergabung dengan organisasi tersebut sebagai donatur. Maaf ya mas…

Akhir kata saya cuma mau bilang maaf untuk pihak yang sudah saya rugikan. Dan saya berharap semoga perjuangan organisasi tersebut tetap berjalan dengan baik, dan tidak menimbulkan ganjalan-ganjalan pada rang-orang yang tidak sengaja terlibat macam saya. Terakhir moga-moga tulisan ini tidak membuat saya diperkarakan dimeja hijau. Sungguh tulisan ini tidak ada maksud untuk mendiskreditkan pihak manapun, hanya murni curhat…Ntar kaya’ Bu Prita dijerat UU ITE…Jangan sampe deh…hehehehe…

Author: Fimma
• Wednesday, March 18th, 2009

Lama banget yah ga update blog…

Habis baca blognya dee, amber, ma lalank jadi pengen nulis…

Semester 8 ini meskipun terhitung semester yang paling
santai dengan mata kuliah, praktikum, dan sks yang sedikit entah mengapa, menurutku,
justru merupakan semester dengan tingkat stress paling tinggi…. ada banyak
alasan, yaitu :

Pertama…Skripsi
yang merupakan pekerjaan unlimited…ga dikerjakan bikin stress…dikerjakan juga
stress…SO…dengan berbagai dilemanya, skripsi memang telah menyita otakku baik
secara langsung maupun tidak langsung, nyata maupun tidak nyata.

Kedua…Mata kuliah
dan praktikum semester ini, meskipun cuma dikit, tetep aja bikin stress, karena
mayoritas pake pasien beneran…ngurusin si pantom jelas lebih enak.

Ketiga…Terakhir dan
terberat…
karena sekarang udah diberlakuan kelas paralel, jadi susah banget
ngumpul ma temen-temen. Praktikum juga ga pernah satu shift…semua sibuk dengan
skripsi, kuliah masing-masing….alhasil jarang banget ktemu, jarang
nongkrong-nongkrong ga jelas lagi di sore hari, jarang “pekalongan”
bersama…Tapi tetep yang paling nyakitin…saat butuh bercerita, bicara,
curhat….:((…kadang ga ada yang bisa diajak bicara.

Masalah yang besar akan jadi mudah kalo kita hadapi
bersama-sama

Akan jadi lebih ringan kalo ada tempat berbagi,,,

Memiliki sahabat-sahabat seperti kalian merupakan hal
terindah…AYO SEMANGAT TEMAN2!!!! KITA HADAPI SEMESTER INI BERSAMA-SAMA!!!

Author: Fimma
• Sunday, December 21st, 2008

Ga terasa…besok udah tanggal 22 Desember…Hari Ibu…

Ma…

Aku sayang mama,

Maaf ya ma…

aku masih aja sering bohong sama mama

Masih sering bikin mama cemas

Masih sering nglanggar hal-hal yang ga mama bolehin

Makasih ya ma…

Buat semua dukungan mama buat aku

Buat semua kasih sayang dan perhatian mama

Selamat “Hari Ibu” Ma…

Author: Fimma
• Monday, December 08th, 2008

Berdasarkan pengalaman pribadi terkena malaria, aku jadi tahu ternyata banyak cara dilakukan orang bangka untuk menangani malaria. Pertama, malaria disini sudah menjadi penyakit yang umum diderita. Jadinya, orang-orang dirumah sakit hanya menanggapi ”ooo…malaria!!!”. Bahkan sebelum bertemu dengan dokter di rumah sakit, aku yang datang dengan keluhan demam dan muntah, langsung disuruh periksa darah dan…positif terkena plasmodium vivax…alias malaria tertiana. Hiks… Baru setelah itu bertemu dokter (bu dokter) dan diberilah obat-obatan. Hal yang mengherankan adalah bahwa ternyata obat malaria yang diberikan hanya single dose alias sekali minum, tapi langsung 3 pil. Sisanya obat anti mual (demperidone) dan anti demam (paracetamol). Meskipun obat malaria cuma single dose, tapi efeknya cukup hebat…sampai seminggu urine berwarna coklat. Sempet ada yang mikir….”Duh jangan-jangan hepatitis!!!”.

Sebenarnya yang menyebalkan dari malaria adalah adanya rasa mual dan muntah setiap kali makan. Jadinya badan lemes banget. Sama bapak pondokan, Pak Tarjo, kemudian diberi saran untuk minum ramuan akar pohon. Jadi ada akar pohon apa…gitu dipotong-potong. Terus ditambah air dan didihkan hingga airnya kemerahan-kecoklatan. Katanya Pak Tarjo…”Enggak pahit kok, Cuma agak masam-masam”…Tapi setelah jadi dan coba kuminum…”BUSYET dah rasanya…pahit…”. Jadinya aku minumnya pake acara mencet hidung. Tapi lumayan, habis itu, bisa makan dan nggak muntah. Paginya, kukira udah ga bakal muntah lagi…tapi…ups ternyata aku salah…Akhirnya kuputuskan untuk kerumah sakit lagi. Yang menarik ternyata Cuma dikasih obat anti mual lain merek (tapi tetap demperidone), vitamin, dan OBAT PSIKOTROPIKA…emang aku dah gila ya…???.

Mitos lain yang beredar di Bangka, adalah ”LAWAN MALARIA DENGAN AIR KELAPA MUDA MURNI”. Bapak (Pak Tarjo) juga sempat menyarankan ini pada anak yang terkena malaria sebelum aku. Bapak menyarankan juga untuk meminumnya jam 1 malam. Kenapa? Karena katanya bapak lagi, jam-jam sekian syaraf kita dalam kondisi rileks…dan manfaat air kelapa muda jadi lebih joss!!!