Beberapa hari yang lalu menyempatkan diri ke XXI untuk menonton film lanjutan dari Laskar Pelangi, yaitu Sang Pemimpi. Bukan bermaksud membandingkan keduanya, karena menurutku keduanya sama hebat, dengan misi yang sangat terhormat. Namun hanya ingin sedikit mengungkapkan perasaanku pada masing-masing film tersebut yang diadaptasi dari novel tetralogi karangan Andrea Hirata.
Laskar Pelangi
Waktu menonton film ini, aku baru baru saja pulang dari perantauan 40 hari di Pulau Bangka nan eksotis dalam Rangka KKN PPM UGM 2008 atau kami lebih senang menyebutnya sebagai KKN HORE-HORE. Adegan pembuka film ini, yang menggambarkan ke ceriaan anak-anak berlari di pulau tetangga pulau bangka yaitu belitong, sontak membuat air mataku langsung menetes (padahal belum ada cerita apa2 lho). Tapi sungguh laskar pelangi mampu menangkap dan menggambarkan hal yang hampir serupa seperti yang aku temukan dalam perantauanku kesana. Pendidikan menurutku disana kurang menjadi perhatian utama, toh nantinya setelah dewasa anak-anak itu akan hidup dari mencari timah di tambang-tambang Timah Inkonvensional mereka. Mungkin itu yang mereka fikir. Ironis. Kembali ke Laskar Pelangi, film ini benar-benar menyentuh dalam hal konflik, bagaimana anak-anak yang hidup dalam berbagai keterbatasan justru mampu melewati batas cakrawala menemukan ide-ide yang jenius dalam menghadapi berbagai permasalahan mereka. Meskipun akhirnya harus ada tokoh yang terpaksa menyerah pada takdir, karena latar belakang keluarganya, namun mimpi tokoh tersebut pada akhirnya tak juga padam dan terus ditularkan pada putrinya.
Sang Pemimpi
“Masa muda, adalah masa yang berapi-api”. Bagi yang sudah pernah menonton film Sang Pemimpi pasti tahu kata-kata itu. Berbeda dengan Laskar Pelangi, para tokoh disini digambarkantelah memasuki usia remaja. Bagaimana mereka dengan lantang menyuarakan mimpi-mimpinya dan jalan yang akan mereka tempuh untuk meraih mimpi tersebut. Meskipun konflik tidak terjadi secara drastis dan dramatis di film ini (tidak ada adegan yang memaksaku termehek-mehek seperti halnya Laskar Pelangi), namun apa yang coba disuarakan film ini adalah hal yang sangat hebat. Bagaimana tokoh arai, yang selalu berfikir positif, mampu menularkan semangat bermimpinya pada tokoh Ikal…bahkan mungkin pada penonton film ini. Arai mengajari kita bagaimana harus melihat dunia dari sisi yang lain, sisi yang “selalu” positif. Benar juga, mungkin saat kematian kita bukanlah saat ruh kita berpisah dengan jasad, namun saat kita kehilangan mimpi-mimpi untuk dikejar.
Mimpi…
Mungkin ini alasannya kenapa Tuhan harus menciptakan bumi dengan bentuk bulat, supaya kita ras manusia yang tinggal di dalamnya tidak akan pernah menemukan ujung dunia, dan terus bermimpi untuk sesuatu yang lebih baik…untuk mencari “ujung dunia” versinya masing-masing…
Semoga makin banyak sineas-sineas Indonesia yang membuat film bermutu…Idealis…tak hanya “sok” Realistis….INDONESIA BISA!!!

Pohon eksotis di depan pondokan cowok...kabarnya pohon itu sudah tak ada

Kolong di desa Pemali, keindahan yang dulu hampir tiap hari kunikmati di Bangka

Kapan ya bisa kembali ke tempat yang menakjubkan ini...?
Film ini adalah film yang sangat cocok di tonton menjelang ujian (terutama ujian masuk universitas), karena sangat inspiring untuk belajar. Di film ini Yamapi berperan jadi Yajima Yusuke yang merupakan salah satu murid (dari “hanya” 6 murid yang berminat) masuk kelas khusus. Murid-murid kelas khusus ini ditarget tembus ujian masuk Todai (Tokyo Daigaku/Tokyo University/Universitas Tokyo), Universitas paling bergengsi se-Jepang. Padahal Sekolah tempat Yamapi adalah sekolah “buangan” dengan nilai rata2 ujian hanya 30sekian jauh di bawah sekolah tetangga yang mencapai 70sekian. Inti film ini adalah menggambarkan persahabatan dan perjuangan keenam anak tadi dalam meraih mimpi masuk Todai dengan pola-pola pengajaran yang tidak biasa oleh Kenji Sakuragi (diperankan Abe Hiroshi). Dorama ini higly recommended !!!
Film ini bercerita juga tentang persahabatan. Yamapi sebenarnya bukan tokoh paling utama, karena ada tokoh Shuji (Kiritani Shuji) yang diperankan Kamenashi Kazuya, tapi porsi Yamapi juga sangat besar dalam dorama ini. Tokoh Akira kun (Akira Kusano) yang diperankan yamapi mirip-mirip orang agak mabuk dan sedikit gila, tapi tetep kawaiii…:D. Yamapi masih tampak chubby di dorama ini. Dalam dorama ini, Akira to Shuji (Akira dan Shuji ) bekerjasama untuk mengubah seorang gadis yang suram, Kotani Nobuko (Horikita Maki) menjadi gadis yang populer dan bisa diterima oleh lingkungan di sekolah tersebut. Jadi sebenarnya inti cerita ini adalah persahabatan “rahasia” antara tiga tokoh unik yang memiliki latar belakang dan karakter yang sangat jauh berbeda. Berkat persahabat mereka tersebut, masing-masing tokoh jadi mengalami perubahan juga dalam hidupnya. FYI, Akira to Shuji nyanyi bareng lagu dengan judul Sheishun Amigo untuk OST Dorama ini. Dorama ini Recommended!!!
Dorama yang diangakat dari manga dengan judul sama (Kurosagi/Black Swindler) yang juga mulai beredar di Indonesia. Film ini bercerita tentang Kurosaki (Yamapi tentunya) seorang pemuda yang memiliki masa lalu kelam. Dimana seluruh keluarganya mati karena putus asa, setelah mengalami kasus penipuan, dan dia satu-satunya yang selamat. Kurosaki disini kemudian bertahan hidup dengan menjadi penipu. Jadi ada 3 penipu di dunia (versi dorama ini) : yang pertama Shirosagi-penipu yang menipu untuk keuntungan pribadinya, kedua akasagi-yang menipu dengan cara memanipulasi perasaan korban, yang ketiga adalah Kurosagi-penipu yang hanya akan memangsa penipu lain. Kurosaki disini memilih menjadi seorang Kurosagi. Dia sebenarnya banyak membantu orang-orang awam yang ditipu penipu, tapi bagaimanapun menurut tetangganya Tsurara (Horikita Maki) yang bercita-cita jadi jaksa, cara yang ditempuhnya salah. Dorama ini seru tapi untuk ditonton SKS agak membosankan, karena pola tiap seri mirip. Versi Movie-nya juga masih berkisah seputar cerita tipu-menipu. Tapi keseluruhan tetep recommended buat ditonton.
Mau lihat tampang Yamapi kun kalo dia hidup di jaman Samurai? film inilah jawabannya. Film ini adalah film sejarah pertempuran di distrik Aizu. Disitu yamapi dan teman-temanya yang masih muda muda terpaksa ikut berperang. Film ini juga menunjukkan hubungan para pemuda tadi dengan ibu-ibu mereka yang juga cukup mengharu-biru. Disini banyak acara “harakiri” (bunuh diri dengan cara menusuk perut, khas samurai jepang), sehingga cukup tragis waktu nonton. Tapi buat fans Yamapi…boleh lah ya film ini ditonton.
Jujur awalnya beli film ini bukan karena merasa film ini bagus, tapi karena film ini dibintangi Yamapi kun. Tapi setelah nonton dorama ini ga ada penyesalan sama sekali. DORAMA yang SANGAT BAGUS. Disini Yamapi berperan sebagai Iwase Ken seorang pemuda yang menyukai seorang gadis teman masa kecilnya yaitu Rei (Yoshida Rei)- FYI, merekaberdua sebelumnya pernah dipasangkan juga di Dragon Zakura. Dorama ini diawali saat Ken harus menghadiri pernikahan Rei, yups…Rei menikah dengan pria lain. Namun ternyata di gereja tempat Rei menikah, ada peri/malaikat (yang tampangnya asli ga mirip peri/malaikat sama sekali
Yamapi jadi dokter??…siapa yang ga tertarik buat liat dorama ini. Dorama ini bercerita seputar kehidupan “Doctor Helicopter” alias dokter-dokter yang dikirim dengan helikopter untuk mengatasi kondisi gawat darurat. Yamapi sendiri berperan jadi Aizawa Kosaku satu dari 4 dokter yang tengah menjalani training untuk menjadi “Flight doctor”. Aizawa Kosaku digambarkan sebagai tokoh yang sebenarnya memiliki skill yang baik sebagai dokter, namun kadang ia terlalu perfeksionis, sehingga terkesan kurang berperasaan. Namun akhirnya seiring dengan berjalannya seri…eh waktu…keempat dokter training itu jadi lebih siap untuk menjadi “flight doctor”. Recommended!
Recent Comments