Archive for January 2nd, 2010

Author: Fimma
• Saturday, January 02nd, 2010

GarireoCerita detektif yang sedikit berbeda, tapi jepang memang jagonya produksi dorama dengan tema-tema yang unik. Tokoh utama disini Yukawa sensei (Manabu Yukawa diperankan oleh Fukuyama Masaharu) sebenarnya bukanlah detektif, tapi seorang profesor ahli fisika yang sering dimintai tolong oleh pihak kepolisian untuk memecahkan kasus. Ia dikenal dengan julukan “detektif Galileo”. Dorama sepuluh seri ini sangat menarik, hanya saja kalau untuk ditonton dengan Sistem Kebut Semalam (SKS) agak membosankan. Soalnya tiap seri agak mirip-mirip polanya. Yang unik dari detektif fisika ini adalah selalu menulis rumus yang aneh-aneh saat memecahkan kasus. Menulisnya pun di berbagai tempat.

Bagi penggemar film berbau drama…mungkin agak kecewa karena kisah antara detektif Galileo dan seorang polisi wanita  yang bersemangat yang selalu minta bantuannya yaitu Utsumi (Utsumi Kaoru diperankan Shibashaki Kou yang main di dorama Good Luck dan Orange Days)…tidak berakhir pada kisah percintaan (hehehe kalo masalah percintaan, film jepang memang kadang tidak tuntas). Tapi secara keseluruhan film ini sangat unik dan highly recommended buat ditonton. Saranku cuma satu…jangan SKS nontonnya…dicicil lebih baik!!!

Author: Fimma
• Saturday, January 02nd, 2010

Pernah berfikir kalau komik (manga-jepang.red) itu hanya bacaan untuk anak-anak? atau pernah berfikir membaca komik itu tidak ada gunanya?

SALAH BESAR…ini adalah salah satu komik yang menurutku sangat berbobot. Yups…sesuai judul postingan…TEAM MEDICAL DRAGON yang juga sudah dibuat versi doramanya IRYU 1 dan IRYU 2.

Secara umum ketiganya (manga dan dorama-nya) bercerita tentang kehidupan seorang dokter bedah ahli yang namanya Asada Ryutaro. Dokter bedah spesialis jantung yang bertangan dingin. Dia mampu menyelesaikan operasi-operasi sulit dengan kecepatan dan ketepatan yang mengagumkan. Namun bukan itu saja, dia mampu membuat team yang sangat hebat dan disebut team medical dragon. Aku yakin dibelakang pembuatan komik ini pasti ada seorang expert di bidang kedokteran yang berperan. Bagaimana tidak, dalam versi manga-nya banyak istilah-istilah kedokteran yang digunakan. Bahkan sering ada penjelasan detil mengenai istilah-istilah tersebut. Jadi memang untuk yang tidak terlalu suka dengan hal-hal yang berat komik ini kurang sesuai, contoh nyata adalah kakakku sendiri yang “menyerah” saat membaca komik ini, karena menurutnya membingungkan. Hal yang juga mengagumkan dari komik ini adalah tentang kerjasama team yang bernama Team Medical Dragon. Team yang “dibentuk” oleh Asada Ryutaro ini berisi orang-orang yang hebat :

  • dr Kato, seorang asisten profesor yang ambisius namun memiliki hati yang baik. Dia ingin mengejar mimpinya sekaligus menolong pasiennya.
  • dr. Fujiyoshi, seorang internist (ahli penyakit dalam) yang sangat baik pada pasien-pasiennya. Pada team ini banyak berperan merawat pasien sebelum dan pasca operasi.
  • dr. Arase, ahli anaestesi (bius). Selalu bisa membius pasien pada hitungan ke 7. Dokter anestesi yang hebat, namun memiliki trauma masa lalu, pernah “membunuh” pasien demi thesis.
  • dr. Ijyuuin, sebenarnya masih dokter trainee. memiliki bakat dan dibimbing langsung oleh Asada Ryutaro untuk menjadi dokter yang hebat
  • Miki, seorang perawat operasi hebat yang mampu mengimbangi kerja dokter bedah.

Asada Ryutaro : ” Team adalah saat semua anggotanya memberikan yang terbaik yang ia bisa untuk team tersebut…” KEREN lah pokoknya…:D

Versi manga

Komik Team Medical Dragon

Sebenarnya dulu sudah pernah baca, sampai seri 10 ke atas, tapi kemudian terputus. Baru setelah keluar versi barunya (Level Comics) mulai membaca lagi. Namun sampai detik ini di Jogja baru sampai seri 9. Pada versi manga tokoh Ryutaro diceritakan benar-benar “gila”. Bener-bener ga keliatan kalo dia dokter bedah yang handal. Namun secara cerita versi manga jelas lebih detil. Selain itu pada akhir tiap chapter (istilah yang digunakan adalah “karte” mungkin artinya rekam medis/medical record), sering ada kata-kata satir tentang dunia medis Jepang, misalnya : “Rumah Sakit Universitas tengah membusuk, Masyarakat Feodal yang dikendalikan oleh tuan bodoh” (Team Medical Dragon Volume 1 Karte 1) . Di dunia medis Jepang yang menurutku sangat maju saja ada kasus-kasus seperti itu. Jadi ga mbayangin gimana di Indonesia…:D

Versi dorama

Dorama Team Medical Dragon

IRYU 1 ceritanya mirip dengan komiknya, baik tokoh maupun jalan cerita. Sedangkan pada IRYU 2, tokoh dr. Kato tidak muncul. Gantinya adalah tokoh dr. anestesi perempuan dan seorang dokter bedah gastrointestinal (alat pencernaan) dan seorang tokoh wartawati. Kedua cerita ini intinya sama, perjuangan TEAM MEDICAL DRAGON untuk menyelamatkan nyawa manusia…meskipun di tengah kondisi medis Jepang yang kadang tidak mendukung (team medical dragon sering kali melakukan operasi-operasi yang nyaris mustahil, sehingga sering ditentang profesor).

Pesan moral yang dibawa komik dan dorama ini juga bagus…”Supaya dokter tidak hanya merawat penyakit, tapi merawat orang yang sakit”…Holistic care!!!

Author: Fimma
• Saturday, January 02nd, 2010

Pernah mendengar kata-kata : dibalik seorang pria yang hebat (sukses)…pastilah ada wanita hebat dibelakangnya. Namun saat melihat ada wanita yang sukses…siapa dibelakangnya???

***

Wanita…makhluk yang unik Tuhan ciptakan. Begitu banyak tugas yang harus diemban, namun begitu banyak pula keterbatasan. Kata pujangga, kenapa makhluk ini harus diciptakan dari tulang rusuk adam…karena tulang rusuk dekat dengan hati… jadi harus selalu disayangi. Begitukah?

***

Kata orang-orang yang paham agama…menjadi wanita itu susah-susah gampang…banyak sekali kita diberi kesempatan untuk masuk surga…kita ‘hanya’ harus mampu menjaga diri, menjaga suami, menjaga anak, namun menurut riwayat lain penghuni neraka mayoritas wanita…Jadi sebenarnya susah atau mudah jadi wanita?

***

Dulu pernah ada zaman, wanita menjadi makhluk kelas dua…dengan hanya 3 macam pekerjaan (3M): masak, macak, dan manak (memasak, berdandan, mempunyai keturunan). Kini tak ada satupun jabatan yang belum pernah diicipi wanita…namun kadang demi meraihnya wanita harus meninggalkan kodratnya dan pekerjaan 3M-nya…tanya kenapa?

***

Category: Phylosopher!  | 2 Comments
Author: Fimma
• Saturday, January 02nd, 2010

Telat banget yah…tanggal 2 baru ngucapin:

“Happy New Year 2010!!!”

Apa yang kulakukan untuk melewati malam tahun baru???

Ya, berbeda dari tahun sebelumnya yang mengabiskan malam tahun baru bersama teman2 di jalanan jogja, tahun ini aku melewati malam tahun baru dirumah menemani mama karena kebetulan pembantu lagi pulang kampung…T.T

Tapi sorenya tanggal 31, sempet mampir buat beli dvd film bajakan. Niat awalnya mau cari The great Queen Seon Deok 10 seri terakhir…tapi belum ada di Jogja…Akhirnya beli 3 buah film : Detective Conan Spesial 2 (live action)-Jepang, Death Note 3,5 : L Change the World-Jepang juga, yang terakhir A Frozen Flower-Korea punya. 3 film inilah yang akhirnya kutonton untuk melewati malam tahun baru.

Berikut resensinya…

Detective Conan Special 2

Detective conan SP 2Masih dengan tokoh yang sama yaitu Oguri Shun sebagai Shinichi Kudo, film ini menampilkan sebuah kasus pembunuhan di acara pesta “Miss Japan”. Hal yang berbeda hanyalah pada film ini muncul tokoh Sherry/Shiho Miyano/Ai Haibara untuk pertama kalinya (secara live action) diikuti juga munculnya tokoh Gin dan Vodka. Awalnya tokoh Shinichi masih berwujud Conan saat tampil, namun karena makan roti yang mengandung arak, dia berubah wujud menjadi Conan Edogawa. Ceritanya? Seperti yang sudah bisa ditebak, dengan wujud Shinichi dia menginvestigasi dan menyelesaikan kasus pembunuhan Miss Japan. Dari segi cerita, film ini ga terlalu istimewa. Trik yang digunakan juga sederhana. Tapi untuk penggemar Detective Conan…film ini lumayan untuk ditonton. Oiya…tokoh Sherry yang muncul di film ini menurutku bagus, tapi tokoh Gin kok kesannya ketuaan yah…jadi kurang cool n misterius…hehehe

Death Note 3,5 : L Change The World

L Change the world posterLiat judulnya agak heran. Soalnya setahuku di 2 film Death Note sebelumnya (Death Note dan Death Note 2 : The Last Name) menurutku sudah tamat,karena 2 tokoh sentralnya sudah mati. Ternyata film ini memang ga menceritakan tentang si Buku Kematian a.k.a. Death Note atau Desu Noto, tapi film ini menceritakan hari-hari terakhir sebelum kematian “L”. Pada Death Note 2, tokoh “L” menuliskan namanya sendiri pada Death Note sebelum tokoh Light melakukannya. Jadi pada film ini ga ada pertarungan strategi yang seru seperti 2 film sebelumnya. Dalam film ini yang diceritakan adalah tokoh “L” yang terlibat kasus penyebaran senjata biologis berupa virus. Yang menarik dalam film ini, selama menyelesaikan kasus, tokoh “L” ga hanya berada di dalam ruangannya, tapi harus bergerak keluar karena markasnya diduduki musuh. Film ini cukup menarik untuk ditonton meskipun ga se-menegangkan 2 film sebelumnya. Tapi buat aku yang sebelumnya ga terlalu suka tokoh “L” karena lebih suka tokoh “Light Yagami”…setelah nonton film ini jadi suka sama tokoh “L”…kawaii juga ternyata…:D

A Frozen Flower

a_frozen_flower_film_posterWaktu beli, sebenarnya sama sekali ga ada gambaran, ini film tentang apa. Hanya saja karena rencana awal mau beli film korea yang bergenre Saeguk (The Great Queen Seondeok maksudnya…) jadinya tiba2 aja film ini terbeli. Awalnya berfikir ini pasti film kerajaan yang isinya intrik-intrik dan pertarungan. Tapi ternyata…OH MY GOD…ini film tentang Cinta yang tak biasa. Jadi ceritanya ada Raja dari Dinasti Goryeo yang menyukai sesama jenis (Gay.red) yang punya pasukan khusus yang isinya pria2 tampan (o_O). Komandan pasukan itu (yang main Jo In-Sung) merupakan pengawal yang paling “disayangi oleh Raja”. Bahkan ada adegan ranjang antara keduanya, yang membuatku sempat berfikir untuk berhenti nonton film ini (tapi ga jadi berhenti :D …kan udah beli mahal2 masa ga ditonton). Masalah dimulai saat raja harus berhubungan dengan permaisuri demi memperoleh keturunan, tapi raja sendiri tidak ada ketertarikan untuk melakukannya. Akhirnya si Jo In-Sung tadi (terjemahannya kacau, aku ga tau nama tokonya), yang menggantikan Raja untuk “melakukannya”. Awalnya juga susah, karena Jo In-Sung juga gay, tapi setelah mencoba,,,akhirnya bisa dan malah keduanya (permaisuri dan si Jo In-Sung) jadi ketagihan. Banyaknya adegan “begituan” yang benar-benar nyata mebuat film ini not recommended untuk yang tidak mau berbuat zina mata maupun untuk anak-anak di bawah umur (termasuk aku…:D…tapi uda terlanjur nonton…mo gimana lagi :p). Akhir ceritanya? Si Raja jelas cemburu sama hubungan permaisuri dan pengawal kesayangannya ini…

***

Begitulah kulewatkan akhir tahun 2009…