Detektif satu ini merupakan legenda di dunia per-detektif-an. Novelnya yang merupakan karangan Sir Arthur Conan Doyle, telah banyak menginspirasi cerita detektif lain, salah satunya seperti Detektif Conan (my favourite manga!!…nama Conan didapat dari nama Sir Arthur Conan Doyle). Akhirnya cerita detektif ini muncul di layar lebar. Sherlock Holmes, di film ini tidak seperti Sherlock yang biasa digambarkan, dimana menggunakan topi kotak-kotak dan jubah kotak-kotak, namun tetap dengan pipa untuk menghisap tembakau-nya. Pada film ini diceritakan Sherlock harus mengalahkan seorang penjahat bernama Blackwood, yang menggunakan trik-trik kimia dan fisika, untuk menyebar teror ketakutan di London, bahkan seantero Inggris. Musuh abadi Sherlock Holmes, Profesor James Moriarty, juga muncul meskipun tidak secara jelas (mungkin nanti ada film Sherlock Holmes versi lain yah….). Menonton film ini tidak terlalu berbeda dengan saat membaca novel Sherlock Holmes, dimana penonton akan dibuat bingung-dengan jalan cerita dan trik-trik, hingga akhirnya Sherlock mengungkap semua di akhir ceritanya. Penggambaran suasana Inggris tempo doeloe cukup bagus, dan adegan laganya juga cukup seru. Sayangnya, saat menonton di bioskop, saya harus duduk di bangku terdepan, sehingga untuk menikmati gambarnya secara penuh harus rajin geleng-geleng kepala. This movie is highly recommended…
Archive for ◊ January, 2010 ◊
Minggu siang, 100110, mama dan papa tiba-tiba (berencana) mengajakku ke suatu agrowisata di daerah Dlinggo. Mobil merah dipacu kencang ke arah makam-makam raja imogiri bantul, sampai ada penunjuk jalan menuju Dlinggo. Setelah cukup jauh berjalan, akhirnya menemukan tulisan “Kebun buah” dan penunjuk panah. Dengan kepercayaan diri 100 persen diikutilah rute tersebut. Setelah meliuk-liuk hampir sekitar 20 menit…tak kunjung ada penanda lagi. Akhirnya karena berpegang teguh pada semboyan “malu bertanya sesat di jalan”, papa memutuskan untuk bertanya pada orang di jalan…dan ternyata…kebun buah yang dimaksud sudah sangaaat jauuuuh terlewat…:((. Hahaha…beginilah (seringnya) nasib piknik keluargaku, karena tujuan semula memang hanya jalan-jalan keluar rumah.
Akhirnya dalam waktu singkat dengan tanpa ada beda pendapat, semua sepakat, daripada balik dan belum tentu ketemu, lebih baik lanjut ke patuk terus cari makan disana (semua kelaparan, dan tidak ada bekal yang cukup di mobil-ini juga tradisi keluarga : “makanan beli dijalan, tidak bawa dari rumah”). Yah begitulah…acara wisata ke agrowisata, berubah seketika menjadi acara wisata kuliner. Dan (lagi-lagi) mama, papa,dan aku sepakat…kita makan nasi merah jirak. Yah begitulah acara “klintong-klintong” (sebutan mama-papaku untuk acara jalan-jalan tanpa arah) kami lalui…

Warung Nasi merah Jirak yang terletak persis di sebelah jembatan jirak
Nasi merah jirak sendiri memang kuliner yang sudah sangat dikenal di Wonosari, Gunungkidul. Warung makan sederhana dengan menu makanan rumahan. Hal yang membuat tempat ini istimewa adalah nasi merah yang digunakan sebagai makanan pokoknya. Saat datang, kita hanya perlu memesan minum dan porsi nasi, dengan begitu lauk pauk akan sendirinya menyusul. Sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa, hanya saja nasi merah hangat, sayur tempe lombok hijau, sayur godhong telo (daun ketela), trancam, wader goreng, daging, iso babat, dan berbagai macam krupuk bisa berpadu sangat harmonis menendang lidah para musafir yang makan di sana (halah!). Belum lagi teh poci gula batu yang sukses menuntaskan semuanya masuk ke kerongkongan. Satu kata untuk nasi merah jirak…MANTAP!!!
Setelah posting tentang Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi. Jadi inget lagi masa-masa KKN.
Masih ingatkah kawan… lagu yang seringkali kita nyanyikan di Bangka? Here the song :
LIRIK
Seseorang…
Bisa lari dari kebenaran dunia
Tapi tak seorang pun yang bisa
Lari dari kebenaran cinta
# Karna cinta adalah kebenaran sejati
dan cinta sejatiku adalah dirimu
Seorang…
Cinta sejati…
mendengar apa yang tidak dikatakan
Mengerti…
apa yang tidak dijelaskan
Sebab cinta tidak datang dari bibir, lidah, dan pikiran
Melainkan dari hati
dari hati
Back to #
Lagu Kebenaran Cinta – OST KKN Bangka (versi Bob) bisa di download disini

Anak-anak KKN HORE-HORE
Special tribute to :
TEMAN-TEMAN KKN PPM BANGKA 2008 a.k.a. KKN HORE-HORE
-Lalank, Amber, Otong, Mamok, Gita, Tanti, Ninung, Dee, Peppy, Mita, Tampon, Andri, Bibie, Ucup, Boma, Gara, Budi, Oom Rio, Eria, Bob, Ratih, Iik, Niam, Marissa, Tiara,Desy,Tifa-
Siap?? Sebenarnya ga juga…
Itulah pertanyaan yang ada dalam benakku, sebelum menghadapi ujian seminar hasil hari ini. Sempat was-was dengan apa yang akan terjadi…Tapi bagaimanapun the show must go on…Akhirnya Alhamdulillah I finished one more step…
Tapi perjuangan belum usai, masih harus bersaing ketat dengan waktu. Semoga Allah SWT memberi kekuatan untuk melewati semua ini…
Pertanyaannya sekarang…akan kupersembahkan untuk siapa skripsi ini?? (Hehehe…akhirnya tiba waktunya membuat halaman persembahan)
Beberapa hari yang lalu menyempatkan diri ke XXI untuk menonton film lanjutan dari Laskar Pelangi, yaitu Sang Pemimpi. Bukan bermaksud membandingkan keduanya, karena menurutku keduanya sama hebat, dengan misi yang sangat terhormat. Namun hanya ingin sedikit mengungkapkan perasaanku pada masing-masing film tersebut yang diadaptasi dari novel tetralogi karangan Andrea Hirata.
Laskar Pelangi
Waktu menonton film ini, aku baru baru saja pulang dari perantauan 40 hari di Pulau Bangka nan eksotis dalam Rangka KKN PPM UGM 2008 atau kami lebih senang menyebutnya sebagai KKN HORE-HORE. Adegan pembuka film ini, yang menggambarkan ke ceriaan anak-anak berlari di pulau tetangga pulau bangka yaitu belitong, sontak membuat air mataku langsung menetes (padahal belum ada cerita apa2 lho). Tapi sungguh laskar pelangi mampu menangkap dan menggambarkan hal yang hampir serupa seperti yang aku temukan dalam perantauanku kesana. Pendidikan menurutku disana kurang menjadi perhatian utama, toh nantinya setelah dewasa anak-anak itu akan hidup dari mencari timah di tambang-tambang Timah Inkonvensional mereka. Mungkin itu yang mereka fikir. Ironis. Kembali ke Laskar Pelangi, film ini benar-benar menyentuh dalam hal konflik, bagaimana anak-anak yang hidup dalam berbagai keterbatasan justru mampu melewati batas cakrawala menemukan ide-ide yang jenius dalam menghadapi berbagai permasalahan mereka. Meskipun akhirnya harus ada tokoh yang terpaksa menyerah pada takdir, karena latar belakang keluarganya, namun mimpi tokoh tersebut pada akhirnya tak juga padam dan terus ditularkan pada putrinya.
Sang Pemimpi
“Masa muda, adalah masa yang berapi-api”. Bagi yang sudah pernah menonton film Sang Pemimpi pasti tahu kata-kata itu. Berbeda dengan Laskar Pelangi, para tokoh disini digambarkantelah memasuki usia remaja. Bagaimana mereka dengan lantang menyuarakan mimpi-mimpinya dan jalan yang akan mereka tempuh untuk meraih mimpi tersebut. Meskipun konflik tidak terjadi secara drastis dan dramatis di film ini (tidak ada adegan yang memaksaku termehek-mehek seperti halnya Laskar Pelangi), namun apa yang coba disuarakan film ini adalah hal yang sangat hebat. Bagaimana tokoh arai, yang selalu berfikir positif, mampu menularkan semangat bermimpinya pada tokoh Ikal…bahkan mungkin pada penonton film ini. Arai mengajari kita bagaimana harus melihat dunia dari sisi yang lain, sisi yang “selalu” positif. Benar juga, mungkin saat kematian kita bukanlah saat ruh kita berpisah dengan jasad, namun saat kita kehilangan mimpi-mimpi untuk dikejar.
Mimpi…
Mungkin ini alasannya kenapa Tuhan harus menciptakan bumi dengan bentuk bulat, supaya kita ras manusia yang tinggal di dalamnya tidak akan pernah menemukan ujung dunia, dan terus bermimpi untuk sesuatu yang lebih baik…untuk mencari “ujung dunia” versinya masing-masing…
Semoga makin banyak sineas-sineas Indonesia yang membuat film bermutu…Idealis…tak hanya “sok” Realistis….INDONESIA BISA!!!

Pohon eksotis di depan pondokan cowok...kabarnya pohon itu sudah tak ada

Kolong di desa Pemali, keindahan yang dulu hampir tiap hari kunikmati di Bangka

Kapan ya bisa kembali ke tempat yang menakjubkan ini...?
Seringkali perasaan bernama “ragu” itu menghantui langkahku…
Memenuhi pikiranku dengan pertanyaan semacam : “benarkah yang telah kulakukan selama ini?”…
Berbagai masalah kadang membutuhkan keputusan ku untuk menyelesaikannya, namun seringkali aku menemukan pilihan yang aku pilih bukanlah pilihan yang terbaik yang bisa aku lakukan. Ya, sering ada sedikit penyesalan, kenapa aku memilih keputusan seperti itu, bukan keputusan lain. Sebenarnya masalahnya bukan timbul dari dan karena adanya penyesalan, toh masalah itu sudah berlalu, hanya saja semua itu membuatku menjadi ragu untuk mengambil keputusan yang lain. Aku takut memilih sesuatu yang “bukan jalan terbaik” lagi.
Tapi bukankah hidup harus terus berjalan? Adakah kita punya waktu untuk mem”pause” hidup dengan “keragu-ragu-an”?
***
Kata Ki Manteb buat Sri Mulyani (KR edisi 3 Januari 2010) berdasarkan pepatah Jawa :
“Yen wedi aja wani-wani, Yen wani aja wedi-wedi”
Yang artinya : Kalau takut jangan sok berani, tapi kalau berani kenapa harus takut
Yang kalau kujabarkan artinya (versiku.red) meyambung dengan judul postingan ini: Kalau kita tidak yakin akan sesuatu, lebih baik kita tidak usah nekat untuk melakukannya, namun jika kita meyakini sesuatu maka LANJUTKAN!!! terjang semua penghalang…Fighto!!!
Pernah tiba-tiba ngerasa mules…mual…maag..pusing…padahal ga masuk angin ato ngrasa sakit?
Gejala-gejala ini akhir banyak menjangkitiku dan teman-temanku dan kami sepakat menyebutnya sebagai gejala PSIKOSOMATIS. Apa itu? Psikosomatis berarti gejala sakit pada anggota tubuh (somatik) yang sumbernya adalah pikiran (psikis). Ya…akhir-akhir ini adalah musim ujian…bukan ujian sembarangan, tapi ujian kehidupan (lebay bahasanya…:D). Jadi bulan-bulan ini adalah bulan perjuangan untuk mengejar matahari yang cerah di bulan Februari (maksudnya wisuda).Kalo aku pribadi gejala psikosomatis yang biasa menyerang adalah maag…diikuti mules-mules ga jelas, tapi untung ga menggangu sekali.
Ga usah panjang-panjang karena besok senin aku akan melaksanakan ujian kedua skripsiku, yaitu ujian seminar hasil. Semoga aku bisa melewatinya dengan lancar dan segera bisa diberi kesempatan untuk ujian skripsi atau istilah kerennya pendadaran.AMiin…
“SEMANGAT!!!”
Judulnya ga nyambung ya ma isinya…:D
NB : spesial credit tu nyonya a.k.a ninung…penderita psikosomatis sejati…:D
Setelah beberapa tahun jadi penggemar dorama, baru menyadari satu hal…Dorama-dorama yang aku tonton kebanyakan dibintangi oleh Yamashita Tomohisha. Selain bintang lain semacam Takuya Kimura, Matsumoto Jun, dan Tamaki Hiroshi…yang juga terkenal dengan akting dan tampang yang menyegarkan mata…:D
Dorama Yamapi kun yang pernah kutonton antara lain:
Dragon Zakura (2005)
Film ini adalah film yang sangat cocok di tonton menjelang ujian (terutama ujian masuk universitas), karena sangat inspiring untuk belajar. Di film ini Yamapi berperan jadi Yajima Yusuke yang merupakan salah satu murid (dari “hanya” 6 murid yang berminat) masuk kelas khusus. Murid-murid kelas khusus ini ditarget tembus ujian masuk Todai (Tokyo Daigaku/Tokyo University/Universitas Tokyo), Universitas paling bergengsi se-Jepang. Padahal Sekolah tempat Yamapi adalah sekolah “buangan” dengan nilai rata2 ujian hanya 30sekian jauh di bawah sekolah tetangga yang mencapai 70sekian. Inti film ini adalah menggambarkan persahabatan dan perjuangan keenam anak tadi dalam meraih mimpi masuk Todai dengan pola-pola pengajaran yang tidak biasa oleh Kenji Sakuragi (diperankan Abe Hiroshi). Dorama ini higly recommended !!!
Nobuta wo Produce (2005)
Film ini bercerita juga tentang persahabatan. Yamapi sebenarnya bukan tokoh paling utama, karena ada tokoh Shuji (Kiritani Shuji) yang diperankan Kamenashi Kazuya, tapi porsi Yamapi juga sangat besar dalam dorama ini. Tokoh Akira kun (Akira Kusano) yang diperankan yamapi mirip-mirip orang agak mabuk dan sedikit gila, tapi tetep kawaiii…:D. Yamapi masih tampak chubby di dorama ini. Dalam dorama ini, Akira to Shuji (Akira dan Shuji ) bekerjasama untuk mengubah seorang gadis yang suram, Kotani Nobuko (Horikita Maki) menjadi gadis yang populer dan bisa diterima oleh lingkungan di sekolah tersebut. Jadi sebenarnya inti cerita ini adalah persahabatan “rahasia” antara tiga tokoh unik yang memiliki latar belakang dan karakter yang sangat jauh berbeda. Berkat persahabat mereka tersebut, masing-masing tokoh jadi mengalami perubahan juga dalam hidupnya. FYI, Akira to Shuji nyanyi bareng lagu dengan judul Sheishun Amigo untuk OST Dorama ini. Dorama ini Recommended!!!
Kurosagi (2006) dan Kurosagi SP (2008)
Dorama yang diangakat dari manga dengan judul sama (Kurosagi/Black Swindler) yang juga mulai beredar di Indonesia. Film ini bercerita tentang Kurosaki (Yamapi tentunya) seorang pemuda yang memiliki masa lalu kelam. Dimana seluruh keluarganya mati karena putus asa, setelah mengalami kasus penipuan, dan dia satu-satunya yang selamat. Kurosaki disini kemudian bertahan hidup dengan menjadi penipu. Jadi ada 3 penipu di dunia (versi dorama ini) : yang pertama Shirosagi-penipu yang menipu untuk keuntungan pribadinya, kedua akasagi-yang menipu dengan cara memanipulasi perasaan korban, yang ketiga adalah Kurosagi-penipu yang hanya akan memangsa penipu lain. Kurosaki disini memilih menjadi seorang Kurosagi. Dia sebenarnya banyak membantu orang-orang awam yang ditipu penipu, tapi bagaimanapun menurut tetangganya Tsurara (Horikita Maki) yang bercita-cita jadi jaksa, cara yang ditempuhnya salah. Dorama ini seru tapi untuk ditonton SKS agak membosankan, karena pola tiap seri mirip. Versi Movie-nya juga masih berkisah seputar cerita tipu-menipu. Tapi keseluruhan tetep recommended buat ditonton.
Byakkotai (2006)
Mau lihat tampang Yamapi kun kalo dia hidup di jaman Samurai? film inilah jawabannya. Film ini adalah film sejarah pertempuran di distrik Aizu. Disitu yamapi dan teman-temanya yang masih muda muda terpaksa ikut berperang. Film ini juga menunjukkan hubungan para pemuda tadi dengan ibu-ibu mereka yang juga cukup mengharu-biru. Disini banyak acara “harakiri” (bunuh diri dengan cara menusuk perut, khas samurai jepang), sehingga cukup tragis waktu nonton. Tapi buat fans Yamapi…boleh lah ya film ini ditonton.
Proposal Daisakusen (2007) dan Proposal Daisakusen SP (2008)

Jujur awalnya beli film ini bukan karena merasa film ini bagus, tapi karena film ini dibintangi Yamapi kun. Tapi setelah nonton dorama ini ga ada penyesalan sama sekali. DORAMA yang SANGAT BAGUS. Disini Yamapi berperan sebagai Iwase Ken seorang pemuda yang menyukai seorang gadis teman masa kecilnya yaitu Rei (Yoshida Rei)- FYI, merekaberdua sebelumnya pernah dipasangkan juga di Dragon Zakura. Dorama ini diawali saat Ken harus menghadiri pernikahan Rei, yups…Rei menikah dengan pria lain. Namun ternyata di gereja tempat Rei menikah, ada peri/malaikat (yang tampangnya asli ga mirip peri/malaikat sama sekali
), yang memberikan Ken kesempatan kedua. Ken akhirnya menjelajahi waktu kebelakang untuk mengubah memory kisahnya dengan Rei seiring dengan foto slide yang ada dan mengubah wajah cemberut Rei (di foto) menjadi senyum. So sweet banget pokonya. Akhir dorama sebenarnya agak nggantung dan ga tuntas..namun muncul Proposal Daisakusen SP yang akhirnya menuntaskan kisah mereka berdua. Dorama ini benar-benar menguras perasaan dan air mata. So… Dorama ini Highly Recommended, cuma harus diingat…jangan nonton deket-deket waktu married…takutnya menggoyahkan keyakinan…:D
Code Blue (2008)
Yamapi jadi dokter??…siapa yang ga tertarik buat liat dorama ini. Dorama ini bercerita seputar kehidupan “Doctor Helicopter” alias dokter-dokter yang dikirim dengan helikopter untuk mengatasi kondisi gawat darurat. Yamapi sendiri berperan jadi Aizawa Kosaku satu dari 4 dokter yang tengah menjalani training untuk menjadi “Flight doctor”. Aizawa Kosaku digambarkan sebagai tokoh yang sebenarnya memiliki skill yang baik sebagai dokter, namun kadang ia terlalu perfeksionis, sehingga terkesan kurang berperasaan. Namun akhirnya seiring dengan berjalannya seri…eh waktu…keempat dokter training itu jadi lebih siap untuk menjadi “flight doctor”. Recommended!
***
Sebenarnya ada beberapa film yamapi yang belum kutonton, dan ingin kutonton antara lain: Code Blue SP, Code Blue 2, dan Buzzer Beat…Moga-moga bisa segera ku tonton…
Cerita detektif yang sedikit berbeda, tapi jepang memang jagonya produksi dorama dengan tema-tema yang unik. Tokoh utama disini Yukawa sensei (Manabu Yukawa diperankan oleh Fukuyama Masaharu) sebenarnya bukanlah detektif, tapi seorang profesor ahli fisika yang sering dimintai tolong oleh pihak kepolisian untuk memecahkan kasus. Ia dikenal dengan julukan “detektif Galileo”. Dorama sepuluh seri ini sangat menarik, hanya saja kalau untuk ditonton dengan Sistem Kebut Semalam (SKS) agak membosankan. Soalnya tiap seri agak mirip-mirip polanya. Yang unik dari detektif fisika ini adalah selalu menulis rumus yang aneh-aneh saat memecahkan kasus. Menulisnya pun di berbagai tempat.
Bagi penggemar film berbau drama…mungkin agak kecewa karena kisah antara detektif Galileo dan seorang polisi wanita yang bersemangat yang selalu minta bantuannya yaitu Utsumi (Utsumi Kaoru diperankan Shibashaki Kou yang main di dorama Good Luck dan Orange Days)…tidak berakhir pada kisah percintaan (hehehe kalo masalah percintaan, film jepang memang kadang tidak tuntas). Tapi secara keseluruhan film ini sangat unik dan highly recommended buat ditonton. Saranku cuma satu…jangan SKS nontonnya…dicicil lebih baik!!!
Pernah berfikir kalau komik (manga-jepang.red) itu hanya bacaan untuk anak-anak? atau pernah berfikir membaca komik itu tidak ada gunanya?
SALAH BESAR…ini adalah salah satu komik yang menurutku sangat berbobot. Yups…sesuai judul postingan…TEAM MEDICAL DRAGON yang juga sudah dibuat versi doramanya IRYU 1 dan IRYU 2.
Secara umum ketiganya (manga dan dorama-nya) bercerita tentang kehidupan seorang dokter bedah ahli yang namanya Asada Ryutaro. Dokter bedah spesialis jantung yang bertangan dingin. Dia mampu menyelesaikan operasi-operasi sulit dengan kecepatan dan ketepatan yang mengagumkan. Namun bukan itu saja, dia mampu membuat team yang sangat hebat dan disebut team medical dragon. Aku yakin dibelakang pembuatan komik ini pasti ada seorang expert di bidang kedokteran yang berperan. Bagaimana tidak, dalam versi manga-nya banyak istilah-istilah kedokteran yang digunakan. Bahkan sering ada penjelasan detil mengenai istilah-istilah tersebut. Jadi memang untuk yang tidak terlalu suka dengan hal-hal yang berat komik ini kurang sesuai, contoh nyata adalah kakakku sendiri yang “menyerah” saat membaca komik ini, karena menurutnya membingungkan. Hal yang juga mengagumkan dari komik ini adalah tentang kerjasama team yang bernama Team Medical Dragon. Team yang “dibentuk” oleh Asada Ryutaro ini berisi orang-orang yang hebat :
- dr Kato, seorang asisten profesor yang ambisius namun memiliki hati yang baik. Dia ingin mengejar mimpinya sekaligus menolong pasiennya.
- dr. Fujiyoshi, seorang internist (ahli penyakit dalam) yang sangat baik pada pasien-pasiennya. Pada team ini banyak berperan merawat pasien sebelum dan pasca operasi.
- dr. Arase, ahli anaestesi (bius). Selalu bisa membius pasien pada hitungan ke 7. Dokter anestesi yang hebat, namun memiliki trauma masa lalu, pernah “membunuh” pasien demi thesis.
- dr. Ijyuuin, sebenarnya masih dokter trainee. memiliki bakat dan dibimbing langsung oleh Asada Ryutaro untuk menjadi dokter yang hebat
- Miki, seorang perawat operasi hebat yang mampu mengimbangi kerja dokter bedah.
Asada Ryutaro : ” Team adalah saat semua anggotanya memberikan yang terbaik yang ia bisa untuk team tersebut…” KEREN lah pokoknya…:D
Versi manga

Sebenarnya dulu sudah pernah baca, sampai seri 10 ke atas, tapi kemudian terputus. Baru setelah keluar versi barunya (Level Comics) mulai membaca lagi. Namun sampai detik ini di Jogja baru sampai seri 9. Pada versi manga tokoh Ryutaro diceritakan benar-benar “gila”. Bener-bener ga keliatan kalo dia dokter bedah yang handal. Namun secara cerita versi manga jelas lebih detil. Selain itu pada akhir tiap chapter (istilah yang digunakan adalah “karte” mungkin artinya rekam medis/medical record), sering ada kata-kata satir tentang dunia medis Jepang, misalnya : “Rumah Sakit Universitas tengah membusuk, Masyarakat Feodal yang dikendalikan oleh tuan bodoh” (Team Medical Dragon Volume 1 Karte 1) . Di dunia medis Jepang yang menurutku sangat maju saja ada kasus-kasus seperti itu. Jadi ga mbayangin gimana di Indonesia…:D
Versi dorama

IRYU 1 ceritanya mirip dengan komiknya, baik tokoh maupun jalan cerita. Sedangkan pada IRYU 2, tokoh dr. Kato tidak muncul. Gantinya adalah tokoh dr. anestesi perempuan dan seorang dokter bedah gastrointestinal (alat pencernaan) dan seorang tokoh wartawati. Kedua cerita ini intinya sama, perjuangan TEAM MEDICAL DRAGON untuk menyelamatkan nyawa manusia…meskipun di tengah kondisi medis Jepang yang kadang tidak mendukung (team medical dragon sering kali melakukan operasi-operasi yang nyaris mustahil, sehingga sering ditentang profesor).
Pesan moral yang dibawa komik dan dorama ini juga bagus…”Supaya dokter tidak hanya merawat penyakit, tapi merawat orang yang sakit”…Holistic care!!!

Recent Comments