Author: Fimma
• Sunday, August 23rd, 2009

Postingan ini berawal saat kemarin aku ke salah satu toko buku favoritku di Jogja. Niatku pergi ke sana benernya cuma buat ambil rubic mirror transformer yang memang udah lama aku idam-idamkan. KEREN pokoknya…:D

Nhaa…masalah datang setelah aku selesai dengan tujuanku ke toko tadi, di depan toko tersebut sedang ada volunteer suatu organisasi pecinta lingkungan yang udah World Known dan udah kupasang jadi judul postingan ini…hehehe…datang menghampiri dan bilang…”Mbak minta waktunya 3 menit buat lingkungan…”. Aku terus terang masih bingung apa maksudnya. Setelah itu mas-mas volunteer mulai menceritakan program-program organisasi tersebut bla…bla…bla…dan diakhir dari pembicaraan tersebut mas tadi memberi formulir untuk diisi. Lihat formulir yang disodorkan benernya udah membuat aku curiga, karena ada kolom kredit, debet, cash. Masnya minta saya mengisi formulir yang katanya untuk petisi tanpa lebih dahulu menjelaskan kolom di bawahnya. Karena saya ini orangnya polos (baca: rada ga-dongan plus ga tegaan) ya isi aja kolom data diri, dengan jujur pula termasuk nomer hape saya.

Setelah usai mengisi kolom data diri saya mulai merasa aneh (baca : agak merasa tertipu) karena support yang katanya dimaksud mas-nya tadi adalah berupa donasi keuangan. Mas…saya tu masih berstatus mahasiswa, meskipun katanya saya donasi boleh hanya satu kali, tapi sistem autodebet yang ditawarkan membuat saya khawatir. Sistem autodebet ini setahu saya akan memberikan keleluasaan suatu badan untuk mendebet rekening saya tanpa persetujuan terlebih dahulu secara rutin berdasarkan persetujuan saya (walopun asli saya merasa agak tertipu). Alhasil pada kolom rekening saya kosongkan dan saya menjanjikan akan mengirimkan seusai saya pulang. Tapi karena ketakutan nomer rekening tidak jadi saya kirimkan, dan berniat akan mentransfer saja pada bulan Oktober seperti yang dikatakan mas-nya. Sehingga saya merasa tidak menyalahi perjanjian yang saya tanda-tangani penuh keterpaksaan.

Hal yang perlu dicermati :

1. Kenapa volunteer organisasi tersebut tidak menjelaskan DARI AWAL kalau dukungan yang diharapkan adalah support finansial, sehingga saya dari awal bisa menolak sehingga tidak merugikan pihak organisasi tersebut untuk membuang formulirnya yang terbuat dari kertas…yang awalnya juga dari pohon (seperti sms Mas-nya yang akhir-akhir ini menyebut saya sebagai orang yang tidak berpendirian, pengecut (walopun yang ini iya sih…hehehehe), tidak menghargai mereka, dan yang terakhir dan paling sering adalah merugikan mereka). Kalo saya boleh membela diri, saya juga merasa tertipu disini, dan akhir-akhir ini menjadi tidak tenang karena dihantui sms mas-nya…heheheh.

2. Kenapa sasaran supporternya tidak orang yang sudah penghasilan lebih mapan. Rekening yang saya miliki adalah rekening yang sifatnya hanya menampung uang untuk biaya kuliah dan sebagainya. Sehingga saya harus-hati-hati dalam menggunakannya. Bisa-bisa saya nggak jadi lulus ntar…Jadi dengan berat hati saya menyatakan tidak jadi bergabung dengan organisasi tersebut sebagai donatur. Maaf ya mas…

Akhir kata saya cuma mau bilang maaf untuk pihak yang sudah saya rugikan. Dan saya berharap semoga perjuangan organisasi tersebut tetap berjalan dengan baik, dan tidak menimbulkan ganjalan-ganjalan pada rang-orang yang tidak sengaja terlibat macam saya. Terakhir moga-moga tulisan ini tidak membuat saya diperkarakan dimeja hijau. Sungguh tulisan ini tidak ada maksud untuk mendiskreditkan pihak manapun, hanya murni curhat…Ntar kaya’ Bu Prita dijerat UU ITE…Jangan sampe deh…hehehehe…

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

6 Responses

  1. ak jg pernah dengerin ceramah greanpeace volunteer di gramedia. setelah ngomong ngalor ngidul, buntutnya minta dana. bukannya pelit, tp emang ga ada duit.
    trus kutawarin dia untuk pasang link di webku yg terkenal itu :D , gratis – tp gak mau. maunya duit. doh!
    bukannya dukungan tu gak harus duit ya. kalo emang cari duit, cara ky gini gak efektif dan buang2 waktu. gak kreatif bgt! gak mencerminkan greanpeace sbg organisasi sosial besar dunia.

  2. Betul !!!
    Padahal aku berkali-kali menekankan uang segitu tu termasuk berat buat aku. Tapi seolah tidak mau tau siapa aku dan masalahku mas-nya terus2 ngomong. Udah persis orang MLM….Jadi aku mengisi formulir dengan sangat2 berat hati…:((

    Yang bikin lebih sakit hati tu sms2nya yang menghina-hina…karena aku tak kunjung ngasih nomer rekening…untung aku orangnya paling pinter masalah nyuekin hal kaya’ gini…:))

    Tapi kalo ntar pasang di web-mu ga nyambung…showroom mobil tapi greenpeace…:D

  3. Toko buku berinisial TM kah? :D
    btw, baru tau kalo bisa sampe diteror2 segala
    temenku co ada yg ditekan2 dg ’sisihin uang rokok deh mas…’ padahal dianya ga ngrokok, malah bikin mutung & jd ngacir…

  4. Yup tepat sekali tish…

    Aku sekarang sampai menghindari untuk dateng ke toko buku TM yang ada hampir di ujung gejayan itu…

  5. iya mbak..
    jd rada males gt klo mw cuci mata d TM…
    tapi terakhir x aq kesana (abis lebaran), tu mas2 n mba2 dah ga ada
    *Alhamdulillah*

  6. Oh y?,,,wah…aku tuh dah kangen banget mo ke kafe-nya TM…

Leave a Reply