Archive for ◊ August, 2009 ◊

Author: Fimma
• Sunday, August 23rd, 2009

Tahukah kamu rubik?

Rubik atau rubics adalah mainan yang berbentuk kotak dengan berbagai warna dan ukuran. Dulu setahuku sih cuma satu jenis yang ukurannya 3×3x3 dan dulu…(pertama kali kenal namanya…magic box).

Nah ternyata mainan ini ada berbagai ukuran dan jenisnya :

1. rubik 2×2x2 disebut Rubik’s Mini Cube atau Pocket Cube. Rubik ini meskipun kecil, tapi jangan diremehkan…karena tetep susah…hehehehe (Baca: aku ga bisa maininnya)

2. rubik 3×3x3 disebut Rubik’s Cube. Ini varian yang paling umum dan yang paling awal kukenal dan paling bisa kumainkan meskipun masih dalam hitungan menit. Sempat denger juga dari orang katanya kalo bisa mainin yang ini IQ kita dijamin udah diatas 140 (Hehehe kok bisa ya padahal aku kalo tes IQ cuma berkisar 120-130 aja lho…ga pernah sampe 140…:D)

3. rubik 4×4x4 disebut Rubik’s Revenge atau Master Cube. Pernah liat bentuknya tapi belum tertarik maininnya.

4. rubik 5×5x5 disebut Professor’s Cube. Denger namanya aja aku mulai berfikir…jangan-jangan harus lulus S3 biar bisa nyelesaiin ni rubik, padahal aku S1 aja belum kelar-kelar hiks…besok deh kalo ud S2 aku nyoba mainin. hehehe…

Selain varian diatas…ada juga : Mirror rubics…yang udah pernah nonton transformer pasti sepakat ma aku bahwa bentuk ni rubiks mirip Allspark. Bentuknya dan cara maennya benernya mirip rubiks 3×3x3, bedanya rubiks ini warna semua sisinya sama ada yang GOLD ada yang SILVER. Trus yang beda-beda tu ukuran tiap komponenya. Kadi kalo lagi ngacak bentuknya iregular dan asimetris…tapi kalo uda pada susunannya yang benar…voila…Jadilah kotak.

Benernya kenapa aku membahas khusus tentang Mirror Rubics? Aku lagi keranjingan maen yang ini setelah kemaren beli…hahaha…Jadi postingan ini intinya cuma mengajak :

Ayo bermain rubik!!!

Category: Ga penting tapi urgent! | Tags:  | 4 Comments
Author: Fimma
• Sunday, August 23rd, 2009

Postingan ini berawal saat kemarin aku ke salah satu toko buku favoritku di Jogja. Niatku pergi ke sana benernya cuma buat ambil rubic mirror transformer yang memang udah lama aku idam-idamkan. KEREN pokoknya…:D

Nhaa…masalah datang setelah aku selesai dengan tujuanku ke toko tadi, di depan toko tersebut sedang ada volunteer suatu organisasi pecinta lingkungan yang udah World Known dan udah kupasang jadi judul postingan ini…hehehe…datang menghampiri dan bilang…”Mbak minta waktunya 3 menit buat lingkungan…”. Aku terus terang masih bingung apa maksudnya. Setelah itu mas-mas volunteer mulai menceritakan program-program organisasi tersebut bla…bla…bla…dan diakhir dari pembicaraan tersebut mas tadi memberi formulir untuk diisi. Lihat formulir yang disodorkan benernya udah membuat aku curiga, karena ada kolom kredit, debet, cash. Masnya minta saya mengisi formulir yang katanya untuk petisi tanpa lebih dahulu menjelaskan kolom di bawahnya. Karena saya ini orangnya polos (baca: rada ga-dongan plus ga tegaan) ya isi aja kolom data diri, dengan jujur pula termasuk nomer hape saya.

Setelah usai mengisi kolom data diri saya mulai merasa aneh (baca : agak merasa tertipu) karena support yang katanya dimaksud mas-nya tadi adalah berupa donasi keuangan. Mas…saya tu masih berstatus mahasiswa, meskipun katanya saya donasi boleh hanya satu kali, tapi sistem autodebet yang ditawarkan membuat saya khawatir. Sistem autodebet ini setahu saya akan memberikan keleluasaan suatu badan untuk mendebet rekening saya tanpa persetujuan terlebih dahulu secara rutin berdasarkan persetujuan saya (walopun asli saya merasa agak tertipu). Alhasil pada kolom rekening saya kosongkan dan saya menjanjikan akan mengirimkan seusai saya pulang. Tapi karena ketakutan nomer rekening tidak jadi saya kirimkan, dan berniat akan mentransfer saja pada bulan Oktober seperti yang dikatakan mas-nya. Sehingga saya merasa tidak menyalahi perjanjian yang saya tanda-tangani penuh keterpaksaan.

Hal yang perlu dicermati :

1. Kenapa volunteer organisasi tersebut tidak menjelaskan DARI AWAL kalau dukungan yang diharapkan adalah support finansial, sehingga saya dari awal bisa menolak sehingga tidak merugikan pihak organisasi tersebut untuk membuang formulirnya yang terbuat dari kertas…yang awalnya juga dari pohon (seperti sms Mas-nya yang akhir-akhir ini menyebut saya sebagai orang yang tidak berpendirian, pengecut (walopun yang ini iya sih…hehehehe), tidak menghargai mereka, dan yang terakhir dan paling sering adalah merugikan mereka). Kalo saya boleh membela diri, saya juga merasa tertipu disini, dan akhir-akhir ini menjadi tidak tenang karena dihantui sms mas-nya…heheheh.

2. Kenapa sasaran supporternya tidak orang yang sudah penghasilan lebih mapan. Rekening yang saya miliki adalah rekening yang sifatnya hanya menampung uang untuk biaya kuliah dan sebagainya. Sehingga saya harus-hati-hati dalam menggunakannya. Bisa-bisa saya nggak jadi lulus ntar…Jadi dengan berat hati saya menyatakan tidak jadi bergabung dengan organisasi tersebut sebagai donatur. Maaf ya mas…

Akhir kata saya cuma mau bilang maaf untuk pihak yang sudah saya rugikan. Dan saya berharap semoga perjuangan organisasi tersebut tetap berjalan dengan baik, dan tidak menimbulkan ganjalan-ganjalan pada rang-orang yang tidak sengaja terlibat macam saya. Terakhir moga-moga tulisan ini tidak membuat saya diperkarakan dimeja hijau. Sungguh tulisan ini tidak ada maksud untuk mendiskreditkan pihak manapun, hanya murni curhat…Ntar kaya’ Bu Prita dijerat UU ITE…Jangan sampe deh…hehehehe…