Author: Fimma
• Monday, December 08th, 2008

Pernahkah kamu memasuki jalan lurus yang panjang…kemudian ditengah-tengah jalan tersebut kamu berfikir : “Benarkah jalan yang aku tempuh ini?”

Pertanyaan tersebut sebenarnya sesuatu yang sia-sia, karena jalan untuk kembali nyaris tak ada…kamu telah melalui jalan itu sangat jauh dari titik awal. Berbelok? yang ada di jalan itu hanya gang-gang yang juga tak jelas arah tujuannya. Lantas apa yang sebaiknya kita fikirkan?

Benarkah ada jalan yang benar-benar baik untuk kita. dimana jalan itu sama sekali tak akan mempersulit kita untuk melewatinya?

Ataukah sebenarnya semua jalan yang ada itu sama saja, termasuk gang-gang kecil yang tak tentu arahnya tadi?

Jika benar-benar ada jalan yang baik untukku, apakah itu jalan yang sedang aku tempuh sekarang?

Jika aku tetap mengikuti jalan ini apakah apakah ada ujung yang indah disana?

Jika ternyata akhirnya aku berfikir ini bukan jalan yang harus kutempuh…beranikah aku berbelok?

Jika aku mencoba untuk lari…memasuki satu dari puluhan gang yang ada…apa tak mungkin juga ada akhir yang indah disitu?

Pertanyaan diatas hanya renungan…boleh dijawab atau tidak, sebab kadangkala tidak perlu terlalu banyak berfikir untuk menyelesaikan perjalanan. Tapi jika ada yang merenungkannya bahkan berhasil memberikan jawaban untuk dirinya sendiri, semoga arah yang diambil memang arah yang benar, sehingga perjalanan yang dilakukan tidak sia-sia. Bukankan kita hanya memiliki satu kesempatan dalam hidup ini untuk memilih mengenai rute perjalanan kita? Sekali kita melangkah, yang bisa kita lakukan hanya meyakini, termasuk sekali kita berbelok yang kita harus miliki adalah ketetapan hati.

Ini perjalananmu…tentukan sendiri arahmu…

Category: Phylosopher!
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses

  1. fim.. aku ra mudeng maksutnya..

  2. memang ga harus dipahami…dibaca aja…buat nambah “kosakata”…

Leave a Reply