Berdasarkan pengalaman pribadi terkena malaria, aku jadi tahu ternyata banyak cara dilakukan orang bangka untuk menangani malaria. Pertama, malaria disini sudah menjadi penyakit yang umum diderita. Jadinya, orang-orang dirumah sakit hanya menanggapi ”ooo…malaria!!!”. Bahkan sebelum bertemu dengan dokter di rumah sakit, aku yang datang dengan keluhan demam dan muntah, langsung disuruh periksa darah dan…positif terkena plasmodium vivax…alias malaria tertiana. Hiks… Baru setelah itu bertemu dokter (bu dokter) dan diberilah obat-obatan. Hal yang mengherankan adalah bahwa ternyata obat malaria yang diberikan hanya single dose alias sekali minum, tapi langsung 3 pil. Sisanya obat anti mual (demperidone) dan anti demam (paracetamol). Meskipun obat malaria cuma single dose, tapi efeknya cukup hebat…sampai seminggu urine berwarna coklat. Sempet ada yang mikir….”Duh jangan-jangan hepatitis!!!”.
Sebenarnya yang menyebalkan dari malaria adalah adanya rasa mual dan muntah setiap kali makan. Jadinya badan lemes banget. Sama bapak pondokan, Pak Tarjo, kemudian diberi saran untuk minum ramuan akar pohon. Jadi ada akar pohon apa…gitu dipotong-potong. Terus ditambah air dan didihkan hingga airnya kemerahan-kecoklatan. Katanya Pak Tarjo…”Enggak pahit kok, Cuma agak masam-masam”…Tapi setelah jadi dan coba kuminum…”BUSYET dah rasanya…pahit…”. Jadinya aku minumnya pake acara mencet hidung. Tapi lumayan, habis itu, bisa makan dan nggak muntah. Paginya, kukira udah ga bakal muntah lagi…tapi…ups ternyata aku salah…Akhirnya kuputuskan untuk kerumah sakit lagi. Yang menarik ternyata Cuma dikasih obat anti mual lain merek (tapi tetap demperidone), vitamin, dan OBAT PSIKOTROPIKA…emang aku dah gila ya…???.
Mitos lain yang beredar di Bangka, adalah ”LAWAN MALARIA DENGAN AIR KELAPA MUDA MURNI”. Bapak (Pak Tarjo) juga sempat menyarankan ini pada anak yang terkena malaria sebelum aku. Bapak menyarankan juga untuk meminumnya jam 1 malam. Kenapa? Karena katanya bapak lagi, jam-jam sekian syaraf kita dalam kondisi rileks…dan manfaat air kelapa muda jadi lebih joss!!!

Tuesday, 9. December 2008
“Jadi ada akar pohon apa…gitu”….angkak bukan si mba namanya?? dulu waktu db aq juga suru minum itu. awalnya ampe nangis darah ga mau minum saking paitnya. tapi 2, 3, 4 kali munum malah ketagihan alias uda mati rasa paitnya. tapi emang manjur bin mujarab si. buktinya db 5 hari uda smbuh
Tuesday, 9. December 2008
wah ga tau juga namanya…
pokoknya ga enak…tp emang lama2 terbiasa…
Tuesday, 9. December 2008
i lop bapak.. kangen
Thursday, 16. April 2009
pengalaman pribadi ku, sakit malaria dapat obati dengan pengobatan alternatif (sepertinya cuma ada di bangka), yaitu dengan cara diurut di bagian kedua kaki, dari ujung kaki sampai lutut, hasilnya sembuh. unik khan ?
Tuesday, 16. February 2010
saya tinggal di toboali, anak saya terkena malaria, dan sering kambuh, kalau boleh tau, alamat Pak Tarjo dimana ya? dan mungkin bisa m’beri tahu akar2an apa aja ya?, terima kasih
Wednesday, 17. February 2010
wah saya tahunya cm di desa pemali. Ga tau tepatnya. tp Bapak sekarang sudah alm.